Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi kembali menjadi sorotan menyusul pernyataannya yang meminta wartawan menghapus rekaman bahkan menolak diwawancarai oleh sejumlah wartawan.
Pernyataan Arinal Djunaidi mendapat kecaman sejumlah organisasi wartawan di Indonesia karena dianggap mengintimidasi wartawan dalam bertugas. Meski begitu, Pemprov Lampung membuat klarifikasi.
Melalui Plh Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Kominfotik) Provinsi Lampung, Achmad Syaifullah, pernyataan Arinal Djunaidi itu hanya bercanda.
Achmad Syaifullah menjelaskan bahwa pernyataan Gubernur Lampung saat itu tengah membacakan sambutan dalam acara pelatihan petugas haji. Namun tidak ada unsur intervensi kepada wartawan.
"Berdasar gestur dan karakteristik pribadi beliau, konteksnya hanya menegur peserta yang mengobrol saat mengobrol. Lalu meminta rekan jurnalis agar tidak membuat viral kejadian itu. Jadi maksudnya ke rekan jurnalis seperti memberitahu dan bercanda saja, sebab setelah itu audiens tertawa," kata dia, Selasa (16/5/2023).
Achmad juga mengatakan bahwa pernyataan Arinal Djunaidi tidak ada untuk membenci atau marah.
Menyusul ada pernyataan untuk menghapus rekaman wartawan, Achmad belum bisa berkomentar banyak. Sebab dirinya tidak ada di lokasi secara langsung.
"Saya melihat dari potongan video yang ada. Jadi untuk kata menghapus rekaman itu belum bisa berkomentara. Karena saya tidak hadir di lokasi secara langsung, sedangkan saya perlu berbicara berdasarkan data yang ada. Tapi saya kira hanya bercanda," ungkapnya.
Sebelumnya, Arinal Djunaidi terlihat memberikan pidato dalam sebuah acara. Saat itu kegiatan juga dihadiri oleh sejumlah wartawan menyusul undangan yang dibagikan oleh Pemprov kepada media yang ada di Lampung.
Baca Juga: Gubernur Lampung Pusing Gegara Diviralin, Minta Awak Media Tak Meliputnya: Berbahaya Ini
Arinal Djunaidi mengatakan dirinya pusing setelah banyak berita yang menyoroti dirinya. Sehingga meminta wartawan yang saat itu hadir termasuk Kompas TV untuk menghapus rekaman.
Pernyataan Arinal Djunaidi ditanggapi oleh Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) dan juga Ikatan Jurnalis Televisi Indonesi (IJTI). Pernyataan Gubernur Lampung ini disebut memberikan intimidasi secara verbal. [ANTARA]
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Final Piala Dunia 2026 Argentina Tantang Spanyol: Messi vs Generasi Emas La Roja
-
Comeback Gila Argentina! Lautaro Martinez Hancurkan Mimpi Inggris
-
Kylian Mbappe Blak-blakan: Taktik Deschamps Bikin Prancis Gagal ke Final Piala Dunia
-
Panas! Teror Suara Suporter Argentina Tenggelamkan Lagu Kebangsaan Inggris
-
Tekel Brutal Enzo Fernandez Lolos Kartu Merah, Wasit Ismail Elfath Dikecam
-
Kapan Zinedine Zidane Diumumkan sebagai Pelatih Baru Prancis?
-
Bawa Spanyol ke Final Piala Dunia 2026, Rumah Lamine Yamal Nyaris Dibobol Rampok
-
Prancis Tersingkir di Semifinal Piala Dunia 2026, Michael Olise Dihujani Kritik Pedas
-
Messi Anak Emas FIFA! Petisi Coret Argentina dari Piala Dunia Tembus 10 Juta Tanda Tangan
-
Susunan Pemain Argentina vs Inggris: Tuchel dan Scaloni Bikin Kejutan di Starting XI