Indikasi calon anggota dewan hingga parpol yang menggunakan dana dari jaringan narkoba untuk Pemilu 2024 semakin disorot. DPR RI juga menegaskan bahwa tidak akan mentolerir para anggota yang maju Pilkada yang terseret indikasi penggunaan dana dari barang haram tersebut.
Anggota Komisi III DPR RI, Andi Rio Idris Padjalangi meminta kepada kepolisian untuk mengusut tuntas indikasi caleg yang maju dari pendanaan jaringan narkoba.
"Kepolisian harus mengusut tuntas hal itu. Harus selesai sampai ke akarnya dan tidak boleh tebang pilih dalam menyelesaikan persoalan tersebut," ujar Andi Rio dikutip dari Antara, Selasa (30/5/2023).
Pihaknya meminta agar polisi bekerjasama dengan PPATK untuk mendalami temuan aliran dana yang kuat indikasinya dari hasil peredaran Narkoba.
"Harus jeli melihat sumber dana ini dari mana, ditunjukkan ke siapa. Bahkan harus diketahui jaringan narkoba internasional atau domestik," terang dia.
Ia mewanti-wanti agar Pemilu 2024 ini digelar dengan cara yang baik. Maka para pemangku kepentingan Pemilu 2024 mampu duduk bersama membahas indikasi penggunaan aliran dana dari peredaran narkoba.
Andi menyebutkan bahwa hal ini jangan dianggap sepele atau dibaikan. Semakin tak ada empati dari pihak berwenang dalam memberantas jaringan narkoba untuk mendanai caleg di Pemilu, sikap apatis warga terhadap politik dan menurunnya partisipasi publik akan semakin berbahaya.
"Jangan sampai ada calon anggota dewan yang maju dibiayai oleh jaringan narkoba. Ini tentu berbahaya ketika calon yang maju ini terpilih. Hal ini tak bisa ditolerir," tegas dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- 4 Bohlam Lampu Emergency LED Terbaik Otomatis Nyala saat Mati Listrik, Lebih Aman Tanpa Lilin
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
Rp4,6 Miliar Digelontorkan, Mesin Produksi Susu di DIY Diduga Tak Pernah Berfungsi
-
DPRD Sulsel Minta Proyek PSEL Makassar Dihentikan
-
Choi Minho SHINee Pamer Teknologi AI Rumah Pintar yang Makin Personal Milik LG
-
Mourinho Minta Real Madrid Bajak Fernandez, Los Blancos Tak Sanggup Bayar
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka