- Gubernur Pramono Anung berkomitmen membenahi kawasan kumuh dan menekan risiko kebakaran tinggi di Tambora, Jakarta Barat, pada Mei 2026.
- Pemprov DKI Jakarta dan Pemkot Jakarta Barat bersinergi melakukan penataan kawasan secara menyeluruh agar Tambora lebih layak huni.
- Upaya tersebut menjadi bagian dari target pemerintah untuk menurunkan jumlah RW kumuh demi mencapai standar ideal kota global.
Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan komitmennya untuk membenahi kawasan Tambora, Jakarta Barat.
Tambora bakal menjadi perhatian serius Pemprov DKI lantaran kawasan tersebut masih menyumbang sejumlah RW dalam daftar kawasan kumuh Ibu Kota.
"Tambora memang salah satu kawasan yang RW-nya masih masuk dalam kawasan RW kumuh," ujar Pramono di kawasan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (10/5/2026).
Selain persoalan permukiman yang tidak layak, Tambora juga dikenal sebagai salah satu titik paling rentan kebakaran di Jakarta akibat tingginya tingkat kepadatan penduduk.
"Kami akan melakukan pembenahan secara prinsip di Tambora, karena salah satu kebakaran tertinggi di Jakarta itu di Tambora dan tingkat kepadatannya yang cukup tinggi," lanjut Pramono.
Pemprov DKI Jakarta bersama Pemkot Jakarta Barat akan bersinergi dalam menangani persoalan Tambora secara menyeluruh dan berkelanjutan.
"Tambora akan menjadi perhatian Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan juga Wali Kota Jakarta Barat. Mudah-mudahan ke depan, Tambora akan keluar dari RW yang dianggap kumuh," ucap Pramono.
Keberhasilan membenahi Tambora tentu akan menjadi salah satu tolok ukur penting bagi kepemimpinan Pramono dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota yang layak huni bagi seluruh warganya.
Di mana Pemprov DKI saat ini memang sedang gencar menjalankan program penataan kawasan kumuh guna mewujudkan standar ideal kota global saat perayaan 500 tahun Jakarta nanti.
Baca Juga: Isu Persija vs Persib Tergusur Acara GRIB Jaya, Pramono: Saya Tidak Mau Berspekulasi
Menurut laporan hingga Mei 2026 ini, jumlah RW kumuh di Jakarta menurun drastis dari 445 ke 211 kawasan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Jejak Sadis Taufik Hidayat: 4 Indekos Jadi Saksi Bisu Yuvita Dibuat Buta hingga Lumpuh
-
Polisi Bongkar Home Industri Narkoba, Kamar Apartemen Disulap Jadi Tempat Produksi
-
Sekap dan Siksa Yuvita Pakai Helm, Sajam hingga Rokok: Taufik Hidayat Ternyata Penjahat Kambuhan!
-
Jokowi Safari Pakai Kemeja PSI, Golkar Santai Tak Khawatir Pemilih Migrasi
-
Jakarta Rangkul Konten Kreator untuk Jembatani Informasi Ibu Kota ke Warga
-
Empat Karyawan di Jaksel Sekap Teman Wanita Gara-gara Urusan Kantor, Begini Kronologinya
-
KPK Endus Aliran Duit Haram di Loket Imigrasi Bali, Biro Jasa Mulai 'Bernyanyi'
-
Kapolda Jabar: Taufik Hidayat Sangat Sadis, Harus Dihukum Maksimal 12 Tahun Penjara!
-
Prabowo Hadiri Konvensi Sains, Beri Taklimat di Hadapan 2.600 Akademisi
-
Identik dengan Gajah, Analis Bongkar Alasan Jokowi Pilih Lampung Jadi Target Safari Politik