Meski sudah menyatakan akan maju sebagai capres di Pemilu 2024 mendatang, Prabowo Subianto belum menentukan pendampingnya hingga sekarang.
Pengamat politik, Aisah Putri Budiarti menyebut untuk partai sebesar Gerindra penting untuk melebarkan koalisi. Apalagi partai yang sedang di lobi adalah Golkar.
"Ini tidak luput yang dilakukan Prabowo dan Gerindra. Meski koalisi bersama PKB cukup mencalonkan kandidat pilpres, tetapi memperluas koalisi akan menentukan bagi Gerindra," ujar Aisah, Rabu (31/5/2023).
Ia menyebutkan Golkar memiliki loyalitas para pemilihnya yang stabil. Kendati begitu, Golkar sebenarnya memiliki nama yang diusung kandidat pilpres, Airlangga Hartarto.
"Ketika koalisi dengan Golkar tak akan cepat dalam membentuk kesepakatan. Karena akan mempengaruhi posisi PKB dan Cak Imin dalam kandidasi Pilpres, bahkan ada pertimbangan untuk mencalonkan sendiri dan mebangun kubu keempat," katanya.
Aisah juga mengingatkan bahwa parpol masih menunggu lawan lainnya dalam menentukan strategi partai-kandidat calon presiden lain.
Di sisi lain, para parpol juga menunggu momentum politik menjelang pendaftaran dilakukan. Ia juga mengingatkan saat Jokowi mengganti cawapres di detik-detik terakhir penentuan.
"Seperti pada 2019 lalu, saat Jokowi mengubah kandidat wapres di detik terakhir, karena pengaruh peta politik dan momentum ketika itu," terang dia.
Di sisi lain, Golkar memang mengusung Airlangga Hartarto untuk bisa berduet dengan Prabowo sebagai cawapres yang mendampingi Ketum Gerindra tersebut.
Baca Juga: Hindari Saling Mengejek, Prabowo Subianto Sebut Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan Saudara
Bahkan Airlangga diklaim memiliki indikator yang cukup ideal untuk menempati posisi cawapres, ketika menghadapi Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan di Pilpres 2024 mendatang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026