CEO PSIS Semarang Yoyok Sukawi memastikan klub sepak bola yang ia pimpin saat ini tengah baik-baik saja.
Ia menepis anggapan publik yang menyebut PSIS Semarang saat ini tengah mengalami kesulitan finansial.
"Anggapan PSIS tak punya duit dan lain-lain itu tidak benar. Kalau boleh sombong sedikit, biaya sewa Citarum itu hanya seperempat bayaran Taisei Marukawa dalam setahun, kalaupun disuruh bayar 10 tahun kita bisa," ujar Yoyok pada Jumat (10/6/2023).
Yoyok menyebut, tak mendapat hak untuk mengelola Stadion Citarum bukan berarti pemain PSIS tidak bisa menggelar latihan. Namun, yang paling terdampak adalah program sepak bola usia dini di Kota Semarang.
"Yang terdampak adalah pembinaan usia dini karena Stadion Citarum kita gunakan untuk itu, karena di tengah kota. Tapi tidak perlu khawatir, kita sudah punya lapangan sendiri, hanya saja posisinya di demak mranggen. Lapangan wasesa akan kota gunakan untuk pembinaan. Fasilitas akan kita tambah dan lapangan pendukung," ujar Yoyok.
Untuk pertandingan, Yoyok menyebut PSIS tak menggunakan Stadion Citarum. Ia mengaku mengusulkan dua stadion untuk menggelar pertandingan di kompetisi Liga 1.
"Kita bisa main lapangan rumput di Stadion Jatidiri sebagai kandang utama, dan kita usulkan magelang sebagai cadangan," ujar Yoyok.
Yoyok pun blak-blakan soal pengelolaan Stadion Citarum. Ia menyebut, PSIS Semarang bahkan tak mengambil keuntungan dari aset pemerintah Kota Semarang itu.
"Selama tiga tahun kami memakai stadion citarum, devlopment ini tidak kita bebankan pembayaran, gratis. Kalau sekarang kan sudah berganti pengelolanya, kami tidak mungkin melakukan pembinaan di situ, kalau gratis juga kasihan pengelolanya," ujar Yoyok Sukawi.
Baca Juga: Simpang Siur Bunker Narkoba di UNM, Polisi Sebut Hanya Safety Box Berisi Narkoba
Diketahui PT Saudara Meroket Bersama (SMB) telah resmi mengelola Stadion Citarum menggantikan PT Mahesa Jenar. Kabar tersebut menjadi perhatian publik.
Hal itu disebabkan, Stadion Citarum menjadi markas PSIS Semarang selama tiga tahun terakhir. Menjelang kompetisi bergulir, pengelolaan aset Pemerintah Kota Semarang itu berpindah tangan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
WNA China Diduga Dilecehkan Saat Bikin Video di Lovina Bali
-
Bibit Durian Diturunkan di Pelabuhan Makassar Padahal Punya Izin, Ini Respons Badan Karantina
-
Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam
-
Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus
-
Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit
-
Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor
-
Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi
-
Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo
-
Resah, Puluhan Pimpinan Media Lokal dari 4 Provinsi Kumpul di Pekanbaru Bahas Ekosistem Media
-
Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu