Baru-baru ini sempat dihebohkan mengenai kabar terkejutnya FIFA lantaran dari 160 wasit di Indonesia yang mengikuti tes uji komeptensi kelayakan, hanya ada 18 wasit yang lolos kualifikasi.
Kendati demikian, kabar tersebut lantas menjadi viral di Tanah Air, berbagai kalangan dari pengamat sepak bola hingga netizen membicarakan hal itu.
Salah seorang pengamat sepak bola, Akmal Marhali, dalam sebuah postingan Instagramnya mengungkpkan bahwa dirinya telah melakukan diskusi panjang dengan Jimmy Napitupulu, wasit legendaris Indonesia.
Dalam postingan tersebut, Akmal menyebutkan bahwa selama ini di kompetisi sepak bola Indonesia terdapat wasit titipan dan bagi hasil.
"Mulai dari kisah wasit titipan, wasit arisan, sampai wasit bagi hasil. Problem darurat sepakbola Indonesia ada di sektor pengadil lapangan hijau. Bukan hanya butuh pembenahan dan penyegaran, tapi perlu langkah revolusioner untuk perbaikan agar kompetisi berjalan sehat, kompetitif, bersih, profesional, dan bermartabat," tulis Akmal Marhali pada postingan Instagramnya.
Menurut Akmal Marhali, kekagetan FIFA atas kualitas wasit di Indonesia itu merupakan hal yang mengejutka. Karena selama ini uji kompetensi yang dilakukan setiap awal musim hanyalah bentuk formalitas saja.
"Maklum, selama ini setiap awal musim segala bentuk uji kompetensi wasit hanya formalitas. Wasit sudah dikuasai dan dimonopoli kelompok tertentu yang mengatur," imbuhnya.
Postingah Akmal Marhali tersebut lantas tak luput dari pantauan kalangan penggemar sepak bola tanah air dan para netizen Indonesia. Banyak dari mereka yang ikutan nimbrung dan berkomentar di postingan tersebut.
"jadikan wasit sebagai profesi bukan sampingan, tdk ad lg doble job , masak wasit juga aparat ijo atau coklat, masak juga ASN hhaha biarkan wasit jd profesi utama mereka, gajinya juga setara agar mreka mudah terkntrol, ksjhtraan trjamin, dan tdk doble job main, susah trsntuh wong mrk jg bnyak dr apart ijo dan coklat, ngeri ngeri sedap," ucap salah seorang netizen.
Baca Juga: Haerin NewJeans Dituduh Lakukan Operasi Plastik, Netizen: Itu Cuma Makeup
"RUWEEEET itu lah gambaran sepak bola indoensia,sebagai pecinta sepak bola semoga ketum yg baru perlahan bisa membenahi ini semua," kata netizen yang lain.
"PSSI seperti baru terlahir kembali di era Pak @erickthohir, pertanyaan nya PSSI sebelum nya apa menutup mata kualitas wasit untuk memimpin kompetisi profesional seperti kelas tarkam ya Pak @mochamadiriawan84 @yunusnusi_official," ujar netizen satunya.
Berita Terkait
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- 31 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 10 Maret 2026: Sikat Diamond, THR, dan SG Gurun
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- Promo Alfamart dan Indomaret Persiapan Hampers Lebaran 2026, Biskuit Kaleng Legendaris Jadi Murah
Pilihan
-
Trump Ancam Timnas Iran: Mundur dari Piala Dunia 2026 Kalau Tak Mau Celaka
-
Eksklusif! PowerPoint yang Dibuang Trump Sebabkan Tentara AS Mati
-
Belanja Rp75 Ribu di Alfamart Bisa Tebus Murah: Minyak Goreng Rp36.900 hingga Sirup Marjan Rp6.900
-
Ayah hingga Istri Tewas! Mojtaba Khamenei: AS-Israel Akan Bayar Darah Para Syuhada
-
Abu Janda Maki Prof Ikrar di TV, Feri Amsari Ungkap yang Terjadi di Balik Layar
Terkini
-
Intip Tren Modest Wear yang Temani berbagai Momen Pengguna bersama Shopee Big Ramadan Sale
-
Rekor Sejarah! IEA Lepas 400 Juta Barel Minyak Akibat Krisis Selat Hormuz
-
Terbongkar Biang Kerok Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia
-
Menag: ASN Dilarang Menyalahgunakan Wewenang dan Fasilitas Jabatan untuk Kepentingan Pribadi
-
Harap Bersabar! Tol Bocimi Seksi 3 Batal Buka Jumat, Pekerja Masih Berjibaku "Cuci" Jalan
-
Reza Chandika Ajak Boikot Akun Fanbase Sheila Dara yang Cari Cuan dari Foto Terakhir Vidi Aldiano
-
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
-
Dari Orde Baru ke Reformasi: Kontroversi Barnas dalam Catatan Habibie
-
Membedah Ide di Balik Jersey Anyar Timnas Indonesia, Warisan Budaya Menyatu dengan Modernisasi
-
Khutbah Jumat Akhir Ramadan 13 Maret 2026, Cara Rasul Menghadapi Hari-Hari Terakhir Bulan Puasa