/
Senin, 03 Juli 2023 | 13:58 WIB
Pelatih kepala PSS Sleman, Marian Mihail. (PT LIB)

Suara Joglo - Kendala bahasa menjadi problem dalam skuat PSS Sleman dalam mengarungi BRI Liga 1 musim 2023-2024 yang baru dimulai pekan ini.

Pelatih PSS Sleman, Marian Cucchiaroni Mihail sempat mengeluh akan kendala komunikasi yang terjadi antara dirinya dan para pemain.

Pelatih berkebangsaan Rumania tersebut mengaku jika kesulitan dalam hal komunikasi yang menyebabkan para pemainnya tidak paham dengan apa yang ia maksudkan.

"Pemain bilang yes, tapi tak paham maksudnya," ungkap pelatih PSS Sleman dilansir dari akun Instagram @garudatimnasindonesia (03/07/2023).

Namun meski demikian, debutnya bersama PSS Sleman di BRI Liga 1 berjalan manis. Pelatih berusia 65 tahun itu sukses menghantar PSS meraup 3 poin penuh saat melakoni laga tandang ke markas Bali United akhir pekan kemarin (01/07/2023).

Hanya saja adanya kendala dalam hal komunikasi juga menjadi sorotan kalangan penggemar sepak bola tanah air dan para netizen Indonesia.

Bahkan tidak jarang dari mereka yang menanyakan apakah PSS Sleman tidak menggunakan penerjemah agar komunikasi antar pelatih dan pemain terjalin dengan baik.

"Kasihan juga pelatih asing kalau gak dikasih penerjemah.." ungkap salah seorang netizen.

"Penting nya bahasa inggris di sepakbola modern,kayak nya ssb kita harus mulai membiasakan belajar bahasa inggris,soalnya kalau belajar dari dewasa itu sdh agak sulit," ujar netizen yang lain.

Baca Juga: Gubernur NTB Apresiasi LIMOFF Sinergikan Industri Kreatif Unggulan NTB

"Pemain hrs punya kesadaran belajar bahasa asing, club hrs sadar menyediakan penerjemah. Mantab dah efektifitas komunikasinya," ucap netizen lainnya.

"Kan gw udah bilang, Mayoritas pemain liga Indo cuma bisa lari sama nendang bola doang, soal IQ dan kecerdasan minus.. hanya beberapa pemain yg bisa ngikutin intruksi pelatih.." sindir netizen satunya.

"Mungkin maksudnya lebih ke pemahaman taktik nya kurang," sambung netizen lain.

Load More