Suara Joglo - Kurang lebih satu musim Thomas Doll menjadi juru taktik Persija Jakarta, kini pelatih asal Jerman tersebut menarik ucapannya terkait penilaian tentang kualitas pemain sepak bola di Indonesia.
Thomas Doll baru-baru ini menarik ucapannya yang ia lontarkan sewaktu masih baru menginjakkan kaki di Indonesia. Ia mengaku terkejut dengan kualitas permaian sepak bola di Indonesia.
Bahkan tanpa ragu eks pelatih Borussia Dortmund tersebut mengklaim jika pemain Indonesia sudah sepantasnya berkarir di Liga Jerman.
"Sekarang setelah melihat langsung, saya mengubah opini tentang sepak bola Indonesia. Sebelumnya, saya berpikir kualitas dan level permainan tidak terlalu tinggi," kata Thomas Doll dilansir dari akun Instagram @timnas.mania (07/07/2023).
"Akan tetapi, saya melihat banyak pertadingan sepak bola Indonesia yang bagus dan juga pemain yang bagus, Jadi, saya rasa mereka juga bisa bermain di kasta kedua Jerman," imbuh pelatih Persija Jakarta.
Pernyataan Thomas Doll terkait kualitas sepak bola Indonesia tersebut lantas mendapat respon cepat dari kalangan penggemar sepak bola tanah air dan para netizen Indonesia. Berbagai bentuk komentar mereka lontarkan sebagai respon dari pernyataan pelatih Persija itu.
"Kasta ke 1 Jerman punya regulasi rangking FIFA bener kalau ingin berjuang kasta ke 2," ungkap salah seorang netizen.
"Liga jerman kasta 2 wah luar biasa tuh ukuran pemain sepak bola Indonesia ayo kuch bawa pemain Indonesia di liga jerman seperti apa yg telah dilakukan sty kepada ASNAWI," ujar netizen yang lain.
"Kalau liga 2 jerman bisa2 saja tergantung kemauan pemain dan ada agen/yg rekomendasikan ke club tsbt. Masalahnya Thomas doll mau gak bantu pemain kita untuk ke liga 2 jerman," ucap netizen satunya.
Baca Juga: Maia Estianty: Kamu Salah Titipin Rendy Kjaernett ke Orang Itu...
"Masalah nya pemain kita banyak yg anak mamah susah buat adaptasi di luar pengennya dekat dgn keluarga contoh nya banyak yg kembali," singgung netizen lainnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim