/
Kamis, 13 Juli 2023 | 13:06 WIB
Salah satu asisten Shin Tae-yong, Sahari Gultom. (Instagram/@saharigultom)

Federasi sepak bola Asia atau AFC resmi merilis hukuman pasca insiden kericuhan saat final SEA Games 2023 antara Timnas Indonesia U-22 vs Thailand.

Seperti diketahui duel Timnas Indonesia U-22 vs Thailand dalam final SEA Games 2023 di Olympic Stadium, Phnom Penh, Selasa (16/5/2023) malam diwarnai keributan.

Dalam laga yang dimenangi Indonesia 5-2 itu sampai ada aksi pukul-pukulan.

Dua pemain dan tiga official Timnas Indonesia U-22 dihukum larangan enam pertandingan dan didenda 1000 dolar AS.

Dua pemain Timnas Indonesia U-22 itu adalah Titan Agung dan Komang Teguh Trisnanda. Sedangkan tiga official yaitu Tegar Diokta, Ahmad Nizar dan Toid Sarnadi.

Sementara itu, satu pemain Timnas Indonesia Taufany Muslihuddin dan satu official Sahari Gultom dihukum larangan enam pertandingan tanpa denda.

Kepada Suara Joglo melalui pesan Whatsaap, Sahari Gultom mengaku belum mendapatkan rilis resmi terkait dengan sanksi tersebut.

"Saya malah tahunya dari rekan-rekan media mas. Belum ada surat resmi yang saya terima soal hukuman itu," ungkap Sahari, Kamis (13/7/2023).

Dalam keributan itu, Sahari Gultom menjadi satu dari beberapa orang yang mendapatkan kartu merah dari wasit.

Baca Juga: Nathalie Holscher Murka Adzam Dihina Netizen: Kalau Ngatain Anakku, Urusannya Panjang

Meski demikian, sosok yang akrab disapa Ucok itu kaget mendapat sanksi tambahan dari AFC karena merasa dirinya tak bersalah.

"Saya itu malah melerai mas, ada dalam tayangan video juga. Tidak ikut memukul. Makanya saya sempat bingung kok dapat hukuman," jelas dia.

Sahari Gultom dalam beberapa tahun terakhir menjadi bagian Timnas Indonesia. Pria asal Medan ini menjadi asisten pelatih Shin Tae-yong.

Nama Sahari Gultom memang tak asing di telinga publik sepak bola. Semasa menjadi pemain dia sudah malang melintang di sejumlah klub Tanah Air.

Load More