Game Candy Crush menjadi ramai diperbincangkan usai Anggota DPRD DKI Jakarta fraksi PDIP Cinta Mega jadi pembicaraan publik lantaran ketahuan memainkan game ketika rapat paripurna.
Ia disangka memainkan game slot judi online. Namun kemudian membantah dengan mengatakan hanya bermain game Candy Crush.
Candy crush sendiri merupakan permainan yang dikembangkan oleh King. Mulanya dirilis pada 12 April 2012 untuk Facebook, kemudian dirilis untuk telepon pintar pada tanggal 14 November 2012. Game Candy Crush kemudian berkembang menjadi Candy Crush Saga.
Permainan ini mirip dengan permainan jenis "match three" seperti Bejeweled. Setiap level memiliki tampilan permainan yang dipenuhi oleh permen beraneka warna dengan berbagai rintangan.
Dari cara bermain game Candy Crush sudah berbeda, namun bagaimana dengan game judi online, apa yang membedakannya.
Adanya permintaan data pribadi
Saat memainkan Candy Crush, pemain tidak perlu menyertakan data pribadi. Berbeda dengan judi online yang meminta data pribadi saat pemain memasuki aplikasi. Jika diawal kita mengakses sistem permainan tersebut sudah meminta identitas pribadi seperti nama, alamat, bahkan nomor KTP, bisa dipastikan bahwa permainan tersebut adalah judi online.
Permintaan mengakses kontak
Selain meminta data pribadi, game judi online juga akan meminta akses kontak pemain yang ada di dalam ponsel. Permintaan akses kontak digunakan untuk menjadi database mereka yang dapat meneror orang orang yang ada di dalam kontakmu atau biasa disebut scammer bahkan bisa saja disalahgunakan.
Baca Juga: Beraksi Sejak 2019, Sindikat Perdagangan Ginjal Manusia di Bekasi Raup Cuan Rp24,4 Miliar
Nama platform aneh
Perbedaan yang sangat terlihat saat memainkan judi online adalah nama platform yang aneh dan asing didengar. nama penyelenggara yang tidak jelas atau perusahaan yang tertera sebagai pemilik permainan tidak dapat ditemukan secara jelas dalam hukum atau daftar perusahaan yang terdaftar di Kominfo.
Ada nominal hadiah uang
Hati-hati terhadap game atau penyelenggara lomba game dengan iming-iming hadiah uang seperti dollar, baht, dan mata uang asing lainnya. Di berbagai platform judi online lain, terkadang pelaku penyelenggara judi tersebut juga menawarkan hadiah dalam mata uang rupiah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 7 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Dua Sepeda Motor yang Dibakar Massa di Pos Polisi Pejompongan Diduga Milik Intel
-
Sepeda Motor Dibakar Dekat Pos Polisi Pejompongan, Bentrok Pecah
-
Tolak MBG dan Kopdes, FMN: Anggaran Hanya Lari ke Prabowo dan Kroni-kroninya!
-
AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
-
Kecewa Ditinggal Begitu Saja, Ojol Jakarta Murka Massa Pati Langsung Pulang Usai dari DPR
Terkini
-
Siapa Owner Vindes Corp Sekarang? Desta Resmi Umumkan Mundur
-
6 Sunscreen Indomaret untuk Flek Hitam dan Mencerahkan Wajah sesuai Review
-
Surat Al Kahfi Ayat 1-10 Lengkap Tulisan Arab, Latin, dan Artinya: Simak Waktu Terbaik Membacanya
-
Anime A Pen, Handcuffs, and a Common-Law Marriage Resmi Tayang Januari 2027
-
Dua Sepeda Motor yang Dibakar Massa di Pos Polisi Pejompongan Diduga Milik Intel
-
Desil Bansos Bikin Gaduh, 81 Tahun Merdeka tapi Data Kemiskinan Masih Kacau
-
Pidato Prabowo di Muktamar NU: Percaya Saya, Indonesia akan Bangkit Tak Ada yang Bisa Bendung
-
Demo 27 Agustus di DPR, Massa Desak RUU Perampasan Aset Segera Diketok
-
Imbas Demo di DPR, Jasa Marga Imbau Hindari Ruas Tol Dalam Kota, Ini Pengalihan Rute Tol
-
Film Horor 'Rambut Sewu: Satu Langkah Getih' Angkat Sisi Gelap Ritual Pesugihan Jawa