Beberapa waktu lalu publik digegerkan dengan kisah jasad KH Maimoen Zubair yang masih utuh hingga kuburannya di Mekkah batal dibongkar. Sebelumnya, ulama besar Indonesia lainnya juga mengalami hal serupa.
Diketahui melalui unggahan Alman Mulyana beberapa waktu lalu, ia mengabarkan kondisi komplek pemakanan di Jannatul Ma'la di Kota Mekkah yang sedang dilakukan pembongkaran.
Dalam kegiatan rutin yang dilakukan tiap empat tahun sekali itu, dari informasi yang didapatnya, makam salah satu ulama besar Indonesia yakni KH Maimoen Zubair batal dibongkar. Musababnya lantaran jasad ulama asal Sarang, Rembang itu masih utuh.
Kisah jasad ulama Indonesia yang masih utuh di komplek pemakaman bersejarah Jannatul Ma'la itu nyatanya bukan kali itu saja. Sebelumnya pada awal abad ke-20, publik juga sempat digegerkan dengan kondisi jasad ulama Syekh Nawawi Al-Bantani yang juga masih utuh ketika akan dibongkar untuk dipindahkan.
Dikutip dari nu.or.id, saat dibongkar, jasad ulama asal Banten itu terlihat benar-benar utuh meski telah 3 tahun disemayamkan.
Petugas yang membongkar mendapati tak ada satupun tanda-tanda pembusukan dari jasad Syekh Nawawi Al-Bantani. Bahkan kain kafannya pun masih dalam kondisi bersih, utuh tidak sobek.
Setelah dilaporkan pada otoritas setempat, makam Syekh Nawawi Al-Bantani batal dibongkar dan dikembalikan seperti sedia kala.
Syekh Nawawi Al-Bantani diketahui memiliki nama lengkap Abu Abdul Mu’thi Muhammad Nawawi bin ‘Umar bin Arabi al-Jawi al-Bantani. Ia dilahirkan di Tanara, serang, Banten, pada tahun 1230 H/1813 M. Ayahnya seorang tokoh agama yang sangat disegani. Ia masih punya hubungan nasab dengan Maulana Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati (Cirebon).
Pada usia 15 tahun, Nawawi muda pergi belajar ke Tanah Suci Mekkah, karena saat itu Indonesia –yang namanya masih Hindia Belanda- dijajah oleh Belanda, yang membatasi kegiatan pendidikan di Nusantara. Beberapa tahun kemudian, ia kembali ke Indonesia untuk menyalurkan ilmunya kepada masyarakat.
Baca Juga: Pilu, Jasad Pendaki Hilang 37 Tahun Lalu Muncul dari Gunung Es Mencair di Swiss
Tak lama ia mengajar, hanya tiga tahun, karena kondisi Nusantara masih sama, di bawah penjajahan oleh Belanda, yang membuat ia tidak bebas bergiat. Ia pun kembali ke Makkah dan mengamalkan ilmunya di sana, terutama kepada orang Indonesia yang belajar di sana.
Banyak sumber menyatakan Syekh Nawawi wafat di Makkah dan dimakamkan di Ma’la pada 1314 H/1897 M, namun menurut Al-A’lam dan Mu’jam Mu’allim, dua kitab yang membahas tokoh dan guru yang berpengaruh di dunia Islam, ia wafat pada 1316 H/1898 M.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
Sukses, Peserta dari Empat Provinsi Antusias Ikuti Workshop "AI Tools for Journalists" di Palembang
-
KPK Tahan Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Buntut Dugaan Minta Fee Rp850 Juta
-
Yudi Purnomo Soal Wacana Polri di Bawah Kementerian: Ingat Pengalaman KPK
-
Soal Usul Duet Prabowo-Zulhas di 2029, Dasco: Kita Anggap Wacana dan Hiburan Buat Rakyat
-
Dasco Ungkap Arahan Prabowo di HUT ke-18 Gerindra: Jaga Uang Rakyat, Jangan Berbuat Perilaku Tercela
-
Derbi Mataram PSIM vs Persis Tanpa Pemenang, Milo Puas Laskar Sambernyawa Curi Poin
-
Gerindra Akhirnya Minta Maaf, Atribut Partainya Ganggu Masyarakat di Jalan
-
Habiburokhman Sebut Pernyataan Abraham Samad Soal Reformasi Polri Salah Kaprah
-
IPW Nilai Polri Bisa Mudah Dipengaruhi Kepentingan Politik Jika di Bawah Kementerian
-
Semangat Berdikari, Soekarno Run Runniversary 2026 Siapkan Beasiswa Pelajar dan Inovasi 'Zero Waste'