Terdapat cerita unik di balik kemenangan Persib Bandung ketika berhadapan dengan PSIS Semarang dalam lanjutan Liga 1 2023/2024, Sabtu (20/8/2023).
Gelandang Persib, Levy Madinda yang sempat ancang-ancang mengeksekusi bola di kotak penalti justru langsung mundur digantikan Marc Klok yang menjadi eksekutor asli.
Bukan tanpa alasan, hal itu dilakukan sudah dalam skema yang direncanakan ketika Pangeran Biru mendapat hadiah penalti.
Persib Bandung sendiri berhasil menang 2-1 dari PSIS Semarang. Dua gol yang tercipta merupakan hadiah penalti wasit yang diberikan kepada Marc Klok dkk.
Persib Bandung memang tak lengkap secara formasi mengingat bombernya, Ciro Alves dihukum karena larangan bermain. Bojan Hodak, berusaha meramu strategi lain untuk anak asuhnya selama penyerang asal Brasil tersebut absen.
Strategi pun berhasil dilakukan bahkan Persib mendapat banyak hadiah dalam laga terakhirnya di Stadion Jatidiri, Semarang.
Levy Madinda cukup senang dengan strategi yang dijalankan oleh timnya. Bahkan ia berperan dalam suksesnya Marc Klok mencetak gol dari titik putih.
Salah satu Hadiah penalti Persib, didapatkan setelah Daisuke Sato dilanggar oleh Gali Freitas di kotak terlarang.
Hal itu diprotes oleh pemain PSIS Semarang. Tak banyak bicara, Levy Madinda langsung mengambil bola dan menuju titik putih. Tak ayal ia mendapat provokasi dari pemain PSIS yang kecewa dengan keputusan wasit.
Namun setelah provokasi reda dan pemain mulai keluar dari kotak penalti, Marc Klok datang, sementara Levy langsung mundur perlahan. Marc Klok yang menjadi algojo langsung merobek jala Adi Satriyo dengan penuh ketenangan.
Levy Madinda angkat bicara dengan momen tersebut. Ia mengaku tak berniat mengambil tendangan penalti karena sudah ada perbincangan di ruang ganti.
"Saya memang tak berniat mengambil tendangan penalti itu. Semua itu sudah kami bahas di ruang ganti," terang Levy dikutip dari laman resmi klub, Rabu (23/8/2023).
Ia mengatakan bahwa tim pelatih sudah menentukan Marc Klok sebagai eksekutor ketika Maung Bandung mendapat penalti. Agar pemain Timnas Indonesia itu konsentrasi, Levy membiarkan dirinya terprovokasi.
"Kondisi itu memang biasa terjadi (provokasi lawan ke eksekutor) saat tendangan penalti. Saya katakan kepada Marc. Lebih baik saya yang mengambil bola saja. Lalu pemain lawan yang mendekati saya, sehingga dia bisa mengambil waktu sendiri dulu," kata Levy.
Hasil positif itu mengantarkan Persib Bandung naik peringkat ke-14 yang sebelumnya berada di zona degradasi.
Skuad Pangeran Biru mengoleksi 11 poin dari sembilan pertandingan yang dilakoni di Liga 1 2023/2024.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Partai Gelora Desak Penghapusan Threshold, Klaim DPR Buka Ruang Diskusi
-
Harga Tiket Pesawat Meroket, Penumpang Bandara Sepinggan Turun Drastis
-
Anis Matta Akui Partai Gelora Terganjal Logistik, Urusan Pendanaan Jadi Persoalan Besar
-
5 Moisturizer Mengandung Niacinamide, Mencerahkan Sekaligus Perkuat Skin Barrier
-
Samsung Galaxy A27 Muncul di Situs Resmi, Konfigurasi Memori Terungkap
-
5 Game Baru Bertarung di Medan Perang September 2026, Hindari GTA 6
-
Dana Cair, 77 Dapur MBG di Kepri Beroperasi Bertahap
-
ICW: Vonis Rendah Pejabat BPK Tak Beri Efek Jera, Korupsi Terus Berulang
-
Tak Berizin, Dua Lokasi Pertambangan di Kampar Ditutup
-
Barang Diskon Belum Tentu Murah: Mengapa Kita Mudah Terkecoh Label Promo?