/
Jum'at, 01 September 2023 | 16:42 WIB
AHY dan Sandiaga Uno (Suara.com)

Kabar Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar yang diduetkan dengan Anies Baswedan membuat Partai Demokrat meradang. Partai pimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) disebut berpeluang membuat koalisi baru. 

Direktur Eksekutif Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah melihat situasi politik yang terjadi sejak kemarin sebenarnya merupakan hal yang wajar. 

Dia menilai reaksi Partai Demokrat terlalu berlebihan ketika Partai Demokrat menyebut Anies Baswedan dan NasDem telah berkhianat. Toh, sebelumnya belum ada janji politik untuk koalisi. 

"Kondisi itu tidak bisa kemudian disebut berkhianat, karena memang belum ada janji politik yang memastikan koalisi akan usung AHY," kata Dedi dikutip dari Suara.com, Jumat (1/9/2023).

Namun demikian, dia menyebut kemarahan Demokrat sebagai personal merupakan hal yang wajar. 

"Tetapi berlebihan dari sisi organisasi politik, karena faktanya keputusan Cawapres yang saat ini diambil, masih sesuai dengan piagam koalisi di mana Anies Baswedan diberi kewenangan menentukan cawapres," katanya.

Terlepas dari itu, dia menyampaikan, fenomena politik yang terjadi membuka peluang terbentuknya koalisi baru. 

Demokrat disebutnya bisa membentuk koalisi dengan PPP dan PKS. Jika itu terjadi, duet AHY dengan Sandiaga Uno yang sempat muncul dapat mencuat lagi. 

"Misalnya, Demokrat bisa saja akan segera menarik diri dari koalisi dan membangun koalisi baru, bisa saja dengan PPP dan PKS dan usung AHY-Sandiaga Uno, tetapi PKS tentu tidak miliki perbedaan, karena sama saja antara mendukung Anies atau AHY, sehingga mereka akan sulit diajak membangun koalisi baru itu, kecuali diberi kesempatan menjadi pengusung utama," katanya.

Baca Juga: Deklarasi Dukungan ke Prabowo Subianto Capres 2024, Partai Garuda Dukung Tanpa Syarat

Load More