/
Sabtu, 02 September 2023 | 18:10 WIB
Ketum PBNU Gus Yahya (Suara.com)

Mendekati masa pendaftaran capres cawapres pada Pilpres 2024, Ketum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf, atau Gus Yahya memperingatkan capres dan cawapres tak mengait-ngaitkan proses pemilihan atau dukungan dengan nama NU.

Bahkan ia memperingatkan jangan sampai ada capres ataupun cawapres yang merasa mendapat dukungan dari kyai NU.

"Jangan ada calon yang mengatasnamakan NU. Kalau memang ada, kredibilitasnya atan nama pribadi, bukan atas nama NU," ujar Gus Yahya, dikutip Sabtu (2/9/2023).

"Kalau ada yang klaim, kyai-kyai NU merestui, itu sama sekali tidak betul. Selama ini tidak ada pembicaraan terkait calon presiden atau wakil presiden," tambah dia.

Ia menegaskan bahwa memang ada anggota NU yang mencalonkan diri dalam kontestasi Pemilu 2024. Namun ia mengingatkan cukup berjuang atas partai politiknya, bukan menyeret nama NU.

“Orang tahu NU ini punya warga banyak sekali. Survei Alvara 52,9 persen populasi muslim Indonesia mengaku NU,” jelas Gus Yahya.

Menurutnya, warga NU sangat cerdas sehingga tidak bisa lagi ditarik-tarik untuk memenuhi ambisi calon tertentu.

“Pola pikir NU ini dulu dianggap kayak kebo (kerbau). Ini menghina sekali, padahal warga NU ini sudah cerdas, mereka sudah bisa menilai orang. Kami tidak mau NU ini dicocok-cocok hidungnya dibawa ke sana ke mari,” tambahnya.

Gus Yahya juga memastikan bahwa keputusan Muktamar NU, sebagai lembaga tidak akan ikut dukung mendukung dan juga tidak akan jadi kompetitor dalam politik. [ANTARA]

Baca Juga: 5 Nama Bacawapres Anies Baswedan dari Kiai NU, Ada Khofifah Hingga Mahfud MD

Load More