Jumlah partai politik yang mendukung Ganjar Pranowo semakin sedikit, usai Partai Demokrat memutuskan mengusung Prabowo Subianto di Pilpres 2024.
Namun demikian, sejatinya PDI Perjuangan tanpa koalisi pun bisa mengajukan calon presiden. Hal itu karena partai berlambang banteng itu sudah menguasai parlemen, yaitu lebih dari 20 persen kursi di DPR.
Ketua DPP PPP Achmad Baidowi yang menjadi kaolisi PDIP mengaku tidak khawatir terhadap partai koalisi pengusung Ganjar Pranowo sebagai bakal calon presiden (bacapres) yang jumlahnya sedikit.
"Koalisi pengusung Ganjar Pranowo merupakan gabungan pemilik kursi terkecil d parlemen dibanding dengan poros koalisi lainnya. Hal itu bukanlah sesuatu yang dikhawatirkan," kata Baidowi atau Awiek dikutip dari ANTARA pada Senin (18/9/2023).
Pernyataan itu dikatakan Awiek terkait bergabungnya Partai Demokrat dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM) dan mengusung Prabowo Subianto sebagai bacapres.
Saat ini anggota KIM yang ada di parlemen terdiri atas Partai Gerindra, Partai Golkar, PAN, dan Partai Demokrat.
Dia mengatakan koalisi Ganjar memiliki semangat dan sejarah kemenangan meskipun dukungan parpol sedikit.
Menurut Awiek, parpol pengusung Ganjar memperbesar koalisi dengan rakyat karena pada pemilu yang menentukan adalah rakyat.
"PPP yang saat ini bekerja sama politik dengan PDIP, Hanura dan Perindo tetap solid untuk mengusung Ganjar Pranowo dan memenangkannya pada Pilpres 2024," ujarnya.
Baca Juga: Profil Xinyi, Investor Pulau Rempang yang Kucurkan Dana Rp381 Triliun
Selain itu, dia menghargai dan menghormati keputusan Partai Demokrat berkoalisi dengan Partai Gerindra untuk mengusung dan mendukung Prabowo Subianto pada Pilpres 2024.
Menurut dia, setiap parpol memiliki hak otonom dalam menentukan sikap politik sesuai UU Parpol sehingga tidak bisa dicampuri oleh siapapun.
"Kami harapkan kontestasi Pemilu 2024 berjalan lancar, aman dan damai serta menghasilkan pemimpin terbaik," katanya.
Awiek menilai bergabungnya Partai Demokrat ke KIM memastikan tidak ada lagi peluang poros baru yang sempat mencuat dan sempat menjadi gonjang-ganjing politik.
SBY dan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bersama jajaran anggota Majelis Tinggi dan DPP Partai Demokrat bertemu Prabowo di Hambalang, Jawa Barat, Minggu (17/9).
Dalam pertemuan itu, Partai Demokrat menyampaikan dukungannya secara langsung kepada Prabowo maju sebagai bakal calon presiden untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.
Namun deklarasi resmi Partai Demokrat mendukung Prabowo akan disampaikan secara langsung oleh AHY di hadapan para kader saat Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Demokrat pada 21 September 2023.
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
Terkini
-
Rahasia Pakar Kuliner: Kenapa Makanan Imlek Punya Simbol Damai dan Kekayaan?
-
5 Cara Memilih Sunscreen Nyaman, Anti Lengket dan Anti Perih di Mata
-
Perubahan Iklim Bikin Nyamuk DBD Makin Ganas, Dokter: Kini Bisa Berulang 2 Tahunan
-
5 Rekomendasi Model Baju Imlek Wanita 2026 yang Nyaman dan Elegan
-
4 Outfit Dress ala Annie ALLDAY PROJECT, dari Edgy sampai Elegan Look!
-
5 Fakta Kebun Binatang Surabaya Usai Digeledah Kejati Jatim, Manajemen Pastikan Wisata Normal
-
Adik Ipar Serang Pesulap Merah usai Pengakuan Poligami, Keberadaan saat Istri Sakit Dipertanyakan
-
TEBAK SKOR Final Piala Asia Futsal 2026, Timnas Indonesia vs Iran: Sejarah di Depan Mata
-
Mengenal 6 Tipe Kepribadian Perempuan: Kamu Alpha, Beta, atau Sigma?
-
Kejati Sulsel Sita Rp1,25 Miliar Kasus Korupsi Bibit Nanas 2024: Siapa Dalangnya?