Persebaya akan bertemu Arema FC pada laga Pekan ke-13 BRI Liga 1 2023/2024 di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Sabtu (23/9/2023).
Tiket pertandingan pun sudah mulai dijual. Bonek, suporter Persebaya mengeluhkan harga tiket yang naik dua kali lipat untuk laga tersebut.
Klub asal Surabaya itu menjual tiket dengan dua skema, pertama Sale 1 dengan harga untuk kategori fans Rp150 ribu, super fans atas Rp300 ribu, dan super fans bawah Rp300 ribu.
Sale 1 ini langsung ludes terjual tidak lama setelah penjualan dibuka.
Persebaya kemudian membuka Sale 2 dengan harga berbeda, untuk kategori fans Rp200 ribu, super fans atas Rp200 ribu, dan super fans bawah Rp350 ribu.
Harga tersebut naik dua kali lipat lebih dari harga biasanya. Sontak, harga tersebut dikeluhkan para suporter.
Melalui unggahan akun Instagram Persebaya tersebut, mereka mengkritik harga yang dinilai terlalu tinggi.
"Aji mumpung rek areknya," komentar @hafi******. "Gak mbayangno nek 200 tapi kalah sesok," tulis akun @seti**********.
"Akibat stadion laga sebelum"nya sepi, jadi kesempatan kejar target di laga big match tah min?" ungkap @rif*************.
Namun demikian, beberapa menilai kenaikan tersebut wajar, karena ini merupakan laga kandang terakhir Persebaya di Stadion GBT. Setelah itu dikabarkan Bajol Ijo tak bisa memakai Stadion GBT untuk Piala Dunia U-17.
"Gk usah sambat masalah rego... Lek gk nyekel duwek yo gk usah delok....ngono ko repot.... Manajemem yo butuh duwek akeh gk cuman gawe bayar pemain tok lan kontrak pemain tok...pasti ono keperluan liyane...nyewa stadion, catering, mes, nyewa lapangan latihan, nyewa Bus, gorong kebutuhan gk terduga dendo teko PSSI, pemain nang rumah sakit seng cidera....dll," tulis akun @waw************.
"Gk sesuai kapasitas stadion ae min2," tulis akun @sai**********.
Perlu diketahui, pada laga tersebut Persebaya disebut hanya mendapatkan izin separuh dari kapasitas Stadion GBT yang mencapai 55 ribu oleh pihak keamanan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026