Jacksen F Tiago, aAyah dari Hugo Samir, menolak untuk membawa pelaku rasial ke jalur hukum terkait insiden yang menimpa dirinya dan putranya. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai alasan di balik keputusan tersebut.
"Kami mengalami kasus rasial. Banyak yang menyarankan saya untuk menempuh jalur hukum terkait kasus ini," ungkap Jacksen Tiago melalui akun Instagram pribadinya, @jt_jacksen_f_tiago_coach, pada Jumat (29/8/2023).
"Namun, saya memiliki pendapat yang berbeda," tambah pria yang menjabat sebagai Direktur Akademi Persis Solo.
Jacksen Tiago menjadi korban tindakan rasial setelah Hugo Samir mendapatkan kartu merah saat membela Timnas Indonesia U-24 dalam Asian Games 2022 di China.
Hugo Samir diusir keluar lapangan oleh wasit karena dianggap melakukan pelanggaran terhadap bek Timnas Uzbekistan U-24, Makhmudjon Makhamadjonov, pada menit ke-113 babak perpanjangan waktu.
Dalam keadaan bermain dengan sepuluh pemain, Timnas Indonesia U-24 akhirnya kalah dengan skor 0-2 dari Uzbekistan U-24 dan tersingkir dari Asian Games 2022.
"Alasannya, jika saya membawa masalah ini ke ranah hukum, maka orang yang melakukan tindakan rasial akan meminta maaf, seperti yang dilakukan orang lain. Seperti seolah-olah itu cukup dan ia akan menjadi sorotan untuk sementara waktu," terang Jacksen Tiago.
"Ini adalah harapan dari mereka yang gagal dalam hidup. Saya memilih untuk membiarkannya terus berada dalam kegelapan hidupnya dengan beban-beban yang ia tanggung," lanjut Jacksen Tiago.
"Sementara itu, Hugo Samir juga dapat belajar dan menyadari bahwa setiap tindakannya akan berdampak baik atau buruk bagi orang yang ia cintai."
"Terkadang, Tuhan memberikan cara ini kepada kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik melalui penderitaan orang yang kita sayangi," tambahnya, mantan pelatih Persipura Jayapura dan Persebaya Surabaya.
Baca Juga: Dian Sastro Tolak Mentah-mentah Tawaran Jadi Ketua Pemenangan Anies Baswedan - Cak Imin
"Jika Hugo Samir merasakan sakit yang sedang dialami keluarganya saat ini, dia akan menjadi lebih baik. Namun, jika tidak, dia akan terus menjadi sasaran 'keyboard warriors' yang terus menerus," kata Jacksen Tiago.
"Indonesia, saya akan tetap mencintaimu dan masyarakatmu. Terlepas dari panggilan monyet atau stereotip warna kulit, kami tetap mencintai. Wakanda forever. Damai dan cinta," tambah Jacksen Tiago.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
26 Ribu Pekerja Baru di Jawa Timur: Pengangguran Menyusut, Sektor Pertanian Jadi Penyelamat
-
Kejati Lampung Pulihkan Rp1,14 Triliun Uang Negara, Ada Tumpukan Dolar dan Emas
-
Tak Melulu Malioboro, 5 Hidden Gem Jogja yang Wajib Masuk Wishlistmu
-
Besaran Dana PIP 2026 untuk Siswa SD, SMP, dan SMA, Ada yang Dapat Rp1,8 Juta!
-
92 Ribu Warga Jatim Lepas dari Kemiskinan, Apa Rahasianya?
-
Strategi Mitsubishi Fuso Jamin Operasional Truk Tanpa Henti di GIIAS 2026
-
Dari Hobi Saat Pandemi, Raditya Dika Kini Jadi Duta Marvel Hero Rush TCG
-
Viral Video Demo Ternyata Rekaman Lama, Pemerintah Buru Penyebar Hoaks
-
5 Pilihan Sabun Cuci Muka Glad2Glow Sesuai Review, Mengatasi Kulit Berjerawat hingga Kusam
-
Ramai Dibahas! Apa Itu Universitas Republik Indonesia? Begini Penjelasan Lengkapnya