Suara.com - Ketua DPC Partai Demokrat Jakarta Pusat, Taufiqurrahman mencurigai ada motif lain di balik upaya kubu Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko yang kembali berupaya mengkudeta kepengurusan Partai Demokrat di bawah kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono. Ia menduga tindakan kubu Moeldoko ini berkaitan dengan deklarasi Demokrat mendukung Anies Baswedan sebagai bakal calon Presiden.
Ia pun mempertanyakan kewarasan dari kubu Moeldoko yang masih ngotot melakukan Peninjauan Kembali (PK) putusan Mahkamah Agung. Karena itu, ia menilai tujuan PK kali ini tidak hanya demi mengesahkan Kongres Luar Biasa atau KLB versi kubu Moeldoko.
"Patut dipertanyakan tingkat kewarasan Moeldoko Cs ini. Dugaan saya ini adalah cara rezim untuk mengganggu Demokrat dalam kaitan koalisi yang hari ini sudah mengusung Perubahan dan Perbaikan bersama Capres Anies Baswedan," kata Taufiq kepada wartawan, Selasa (4/4/2023).
Menurutnya, upaya PK yang dilakukan Moeldoko Cs kepada MA karena alasan memiliki novum atau bukti baru. Padahal, kata Taufiq, bukti itu pernah diajukan dan diperiksa sebagai bukti dalam persidangan sebelumnya.
"Moeldoko ini ngasih novum yang sudah pernah dipergunakan di sidang sebelumnya. Jadi, itu sebenernya bukan novum. Makanya, saya menduga ini lebih ke arah politis untuk menjegal Koalisi Perubahan yang mengusung Anies Baswedan sebagai Capres 2024," ujarnya.
Menindaklanjuti hal ini, Demokrat Jakarta telah melayangkan surat permohonan Perlindungan Hukum dan Keadilan Kepada Ketua Mahkamah Agung RI melalui Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta.
Kepala Badan Komunikasi Strategis DPD Demokrat DKI Jakarta, Taufik Hidayat memastikan tim hukum partai-nya akan kembali memenangkan gugatan melawan kubu Moeldoko. Sebab, novum yang disampaikan Moeldoko Cs bukan bukti baru tapi sudah pernah digunakan pada persidangan sebelumnya.
“Moeldoko itu sudah 16 kali Moeldoko Cs keok. Pengadilan memenangkan Partai Demokrat atas gugatan hukum KSP Moeldoko, dan kawan-kawannya,” katanya.
Taufik menilai, upaya PK Moeldoko Cs itu hanya untuk menganggu pencapresan Anies Baswedan yang tidak dikehendaki penguasa. Namun, Demokrat akan terus memperjuangkan Anies Baswedan agar bisa mewujudkan perubahan dan perbaikan.
"Seluruh pimpinan, pengurus, dan kader Partai Demokrat siap melawan Jenderal karatan, Moeldoko. Kami siap lahir dan batin mempertahankan kedaulatan partai kami,” pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
WNA China Diduga Dilecehkan Saat Bikin Video di Lovina Bali
-
Bibit Durian Diturunkan di Pelabuhan Makassar Padahal Punya Izin, Ini Respons Badan Karantina
-
Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam
-
Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus
-
Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit
-
Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor
-
Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi
-
Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo
-
Resah, Puluhan Pimpinan Media Lokal dari 4 Provinsi Kumpul di Pekanbaru Bahas Ekosistem Media
-
Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu