Suara.com - Terdapat 8 fraksi di DPR RI yang menolak sistem proporsional tertutup di Pemilu 2024. Sikap ini adalah respon dari isu Mahkamah Konstitusi (MK) yang akan memutus sistem pemilu coblos partai.
Pernyataan sikap itu dilakukan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat pada Selasa (30/5/2023) kemarin. Simak profil singkat 8 partai yang tolak mentah-mentah pemilu sistem proporsional tertutup berikut ini.
1. Partai Demokrat
Partai Demokrat didirikan pada 9 September 2001 kemudian disahkan pada 127 Agustus 2003. Sejak awal berdirinya, Partai Demokrat tidak lepas dari pengaruh eksistensi Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Kesuksesannya memangku Presiden RI selama dua periode turut andil dalam mendongkrak popularitas Partai Demokrat. SBY terpilih menjadi Ketua Umum untuk periode 2015–2020.
Setelah SBY lengser, jabatan Ketua Umum Partai Demokrat jatuh pada sang putra sulung, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) hingga saat ini. AHY mengumumkan Partai Demokrat memberikan dukungan pada Anies Baswedan untuk maju sebagai capres 2024.
2. PKS
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) adalah partai politik berbasis Islam yang bercikal bakal dari penentangan sejumlah tokoh Islam terhadap kebijakan Presiden RI ke-2, Suharto. Kebijakan yang dimaksud adalah mengharuskan agar tiap-tiap ormas menjadikan Pancasila sebagai asas mereka.
Ahmad Syaikhu kini menjabat sebagai Presiden PKS periode 2020-2025. Jelang Pemilu 2024, PKS resmi mendukung bakal calon presiden Anies Baswedan pada Pilpres 2024.
3. Partai NasDem
Partai Nasdem yang dibentuk pada 26 Juli 2011 ini merupakan singkatan dari partai Nasional Demokrat. Pembentukan partai dicetuskan oleh Surya Paloh dan Sri Sultan Hamengkubuwono X yang kemudian dideklarasikan pada 1 Februari 2010.
Partai NasDem menjadi partai pertama yang mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai capres 2024. Ketua NasDem, Surya Paloh memandang sosok Anies sebagai capres "the best" yang sejalan dengan perspektif partainya.
4. PPP
Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang didirikan pada 5 Januari 1973 ini merupakan hasil gabungan dari empat partai berbasis Islam.
Keempat partai itu adalah Partai Nahdhatul Ulama (NU), Partai Muslimin Indonesia (Parmusi), Partai Syarikat Islam Indonesia (PSII), dan Partai Islam Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti).
Berita Terkait
-
Bingung Tak Punya Visi Misi Jelang Nyaleg, Aldi Taher Malah Ramai Didukung Netizen: Gue Pilih Lo Bang!
-
Cawe-cawe Jokowi Di Pemilu 2024 Berbalas Sindiran Anies Soal Penjegalan
-
Bawaslu Belum Terima Laporan PPATK soal Aliran Dana Jaringan Narkoba di Pemilu 2024
-
NasDem Klaim Ada Suprise Cawapres Anies Baswedan dalam Hitungan Hari
-
JK Dukung Langkah Cawe-cawe Jokowi untuk Jaga Demokrasi
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
Terkini
-
Mitchell Baker Hat-trick! John Herdman Terkesan dengan Debut Bintang Baru Timnas
-
Pemerintah Tagih Komitmen Mazda Jadikan Indonesia Basis Ekspor ke Australia
-
Perbandingan Kulkas Inverter vs Non Inverter, Mana yang Lebih Unggul?
-
Sepatu Heiden Heritage Buatan Mana? Ini 4 Rekomendasi Terbaik untuk Pemula dan Pelari Pro
-
Dulu Lokal, Sekarang UMKM Tenun Ini Sukses Tembus Pasar Ekspor via Program BRI
-
Furious Mengkritik Sistem yang Sering Gagal Melindungi Korban Kekerasan
-
Percakapan Lodewyk Pusung dengan Istri jadi Bukti Kasus Korupsi MBG
-
Gempa Bumi Jepang Hari Ini Lumpuhkan Listrik Hingga Kereta Cepat, Peringatan Tsunami Dicabut
-
Membaca Es Krim Pertamaku: Luka Batin Tak Selalu Sembuh oleh Waktu
-
Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman