Suara.com - Bakal calon presiden (capres) Prabowo Subianto reflek berjoget ketika dicecar Najwa Shihab soal Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan alias Zulhas yang bagi-bagi uang ke nelayan. Warganet mengira joget yang dilakukan Prabowo itu untuk menahan emosi.
Hal tersebut terjadi ketika Prabowo diwawancarai Najwa dalam acara '3 Bacapres Berbicara Gagasan' yang digelar Mata Najwa di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Selasa (19/9/2023) malam.
Awalnya, Najwa menyinggung ada ketua umum partai Koalisi Indonesia Maju bagi-bagi uang sebesar Rp 50 ribu ke nelayan. Lalu, Prabowo menanyakan sosok yang dimaksud Najwa.
"Siapa yang Anda maksud?" tanya Prabowo.
"Yang saya maksud adalah Zulkifli Hasan Ketua Umum PAN, pak," jawab Najwa.
Prabowo kemudian berusaha menjawab apa yang telah disinggung Najwa.
"Iya, tapi, tapi Pak Zulkifli tidak nyapres, tidak nyagub, tidak nyaleg, tidak nyabub. Dia tidak mau jadi kepala desa pun. Jadi dia orang yang suka sedekah, jawab Prabowo.
Jawaban Prabowo itu sontak mengundang tawa dari audiens. Najwa langsung menimpali apa yang disampaikan Prabowo.
"Pak Prabowo, tetapi...," timpal Najwa.
Baca Juga: Biar Tidak Terkesan Tua, Cara Prabowo Sapa Mahasiswa Malah Bikin Ketawa
Mantan Danjen Kopassus memotong perkataan Najwa. Ia mengaku mengenal sosok Zulkifli Hasan.
Pada momen ini, Najwa ikut memotong pembicaraan Prabowo.
Ketua Umum Partai Gerindra tersebut langsung meneruskan penjelasannya.
"Saya kenal Pak Zulkifli Hasan. Dia di Lampung membangun sekolah unggulan dengan uang dia sendiri, dia seorang pengusaha," jelasnya.
Kemudian, Najwa kembali mencecar Prabowo soal Zulhas yang bagi-bagi uang ke nelayan sembari mengenakan pakaian dengan warna yang senada dengan warna PAN.
"Pak Prabowo tapi dia ketua umum partai yang mau partainya dipilih pak menggunakan atribut atau warna yang menyerupai PAN. Apakah itu artinya anda mau bilang tidak apa-apa terima uang PAN tapi jangan coblos PAN, begitu?" cecar Najwa.
Tag
Berita Terkait
-
Jawaban Ganjar Ditanya Najwa Shihab Soal Keinginan Perkuat Polri: Sistem Dan Aktornya Harus Diperbaiki
-
Ungkit soal Kata Indonesia Diganti Wakanda, Anies: Kebebasan Berpendapat Hari Ini Bermasalah, Skornya 5
-
Anies Baswedan Sebut Sangat Mudah Untuk Pulangkan Turis Nakal di Bali
-
Sebut Bantuan Dana Parpol Rp27 M yang Diterima PDIP Sangat Kecil, Ganjar: Publik Lalu Mau Dapat Pemimpin dari Partai?
-
Prabowo: Kalau Hatimu Tidak Suka PAN, Jangan Pilih!
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?
-
Filosofi Baru Oscar Bruzon Mulai Menggila, Pemain Bhayangkara FC Dipaksa Beradaptasi
-
Polda DIY Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul
-
Puji Target Defisit Turun di RAPBN 2027, Habib Idrus Tetap Minta Keberpihakan pada Usaha Kecil
-
Ingin Setia: Debut Aziz Padurasta yang Meleburkan Reggae, Rock, dan Punk
-
Tren Botox Meningkat, Ini Pentingnya Memastikan Perawatan Dilakukan Sesuai Standar Medis
-
Sadar Kebijakan Tak Bisa Bahagiakan Semua Pihak, Rudy Susmanto Janji Terus Pembenahan di Bogor
-
Judi Online Kamboja Pakai Pulsa Buat Transaksi Rp890 M, 8 Markasnya Digerebek Bareskrim
-
Dasco Bicara Soal Rencana Dwikewarganegaraan Terbatas, Fasilitasi Diaspora Potensial