Suara.com - Wakil Presiden Ma'ruf Amin menunda pertemuan makan siang dengan tiga bakal calon wakil presiden karena ada agenda kenegaraan. Kegiatan itu awalnya dijadwalkan berlangsung di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Senin (6/11/2023) besok.
"Sehubungan dengan rencana pertemuan Wakil Presiden Ma’ruf Amin dengan tiga bakal calon wakil presiden peserta Pilpres 2024 pada Senin, 6 November 2023, bersama ini saya informasikan bahwa pertemuan tersebut ditunda," kata Juru bicara Wapres, Masduki Baidlowi, dalam keterangan di Jakarta, Minggu malam.
Wapres Ma’ruf kata Masduki, harus menghadiri agenda sangat penting, yaitu rapat internal bersama Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka dan beberapa agenda kenegaraan lainnya.
Meski demikian, Masduki menyebut waktu pertemuan Wapres dengan tiga bakal cawapres akan segera dijadwalkan ulang.
"Selanjutnya segera dijadwalkan waktu yang cocok untuk pertemuan tersebut," ujar Masduki.
Bertemu Cawaores
Sebelumnya, Wapres Ma’ruf Amin berencana menjamu tiga bakal calon wakil presiden, yakni Gibran Rakabuming Raka, Mahfud MD dan Muhaimin Iskandar dengan santap siang di Istana Wakil Presiden, Jakarta, pada Senin, 6 November 2023.
Wapres Ma’ruf Amin mengatakan dalam pertemuan itu dirinya akan mengajak para bakal cawapres berdiskusi tentang upaya meredam konflik sebab sikap para pendukung akan bergantung pada para kontestan pemilu. (Antara)
Sebelumnya Cawapres dari Koalisi Perubahan Muhaimin Iskandar atau Cak Imin mengaku siap memenuhi undangan maka siang Wapres Maruf dengan satu syarat.
Baca Juga: Pastikan Status Gibran Tidak di Bendera Merah Lagi, Hasto PDIP: Dia Sudah Dikuningkan Golkar
"Saya sedang menunggu undangan Wapres, kapan pun saya siap asal pas saya di Jakarta," ujar Cak Imin kepada wartawan di kantor DPP PKB, Jakarta Pusat, Jumat (3/11/2023).
Cak Imin memastikan ia akan memenuhi undangan makan siang bersama dua bakal cawapres lainnya.
"Ya nggak masalah. Yang undang Wapres senior kita, pasti mau," jelas Cak Imin.
Berita Terkait
-
Temui Tokoh di Palembang, Ganjar Janji Perjuangkan Hak Tanah Masyarakat yang Diserobot
-
PDIP: Kami Sayang Jokowi, Tapi...
-
Tak Ngaruh Anies Pernah Jadi Gubernur DKI, Gerindra Yakin Prabowo-Gibran Menang di Jakarta
-
Momen Goenawan Mohamad Menangis Gara-Gara Ulah Jokowi, Indonesia Sudah Banyak Dapat Trauma!
-
Aksi Boikot Produk Israel Tak Mempan Hentikan Agresi di Pelestina, Jusuf Kalla Minta Jokowi Galang Diplomasi Kemanusiaan
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan