Suara.com - Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM Hendropriyono meyakini pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka memenangkan Pilpres 2024. Kalau tidak mampu menang satu putaran, ia yakin Prabowo-Gibran bakal melibas putaran kedua.
Hal tersebut diyakini berdasarkan pengamatan intelijen yang ia peroleh dari lapangan.
"Kalau menurut perkiraan intelijen ini hari dan kalau tidak ada perubahan yang signifikan Prabowo-Gibran akan menang," kata Hendropriyono dikutip Senin (20/11/2023).
Hendropriyono melihat konsep yang digelar tim Prabowo-Gibran lebih tertata rapi ketimbang pasangan capres-cawapres lainnya. Selain itu, Prabowo-Gibran juga didukung oleh mesin politik yang mumpuni.
Mesin politik yang dimaksud itu berasal dari Partai Golkar dan Partai Demokrat selaku partai pengusung pasangan capres-cawapres tersebut.
Selain dua partai itu, Partai Gerindra juga melengkapi kekuatan dengan sistem administrasi, logistik, hingga keuangan yang baik.
Dengan konsep tersebut, ia percaya kalau Prabowo-Gibran bisa menang satu putaran.
"Itu strateginya saya lihat mungkin strategi sasarannya, satu putaran," ungkapnya.
Kalau pun tidak bisa satu putaran, Hendropriyono meyakini Prabowo-Gibran tidak akan kehilangan taringnya pada putaran kedua.
Baca Juga: Andika Perkasa Klaim Ditekan Saat Pilpres 2019, Panglima TNI: Nggak Ada, Saya Santai-santai Aja
Sebab, Prabowo-Gibran dianggap masih memiliki partai dukungan partai yang bisa menyedot pemilih dari pasangan capres-cawapres yang gugur di putaran pertama.
"Mesin politik cadangan adalah PAN, Partai Bulan Bintang dan Partai Gelora ini semua yang siap menanpung atau pemilihannya Anies Baswedan kalau dua putaran dengan asumsi Anies Baswedan kalah sehingga dua putaran mereka akan masuk semua ke sini," jelasnya.
Hendropriyono juga sempat ditanyakan terkait posisinya di Pilpres 2024. Meski tidak secara gamblang, ia menegaskan tak bakal berdiri dua kaki.
'Kaki' Hendropriyono akan berpijak pada pihak-pihak yang berideologi Pancasila.
"Saya hanya satu, bukan pasang kaki, nggak pasang kaki dua, tiga, hanya pasang kaki di satu tempat yaitu di tepat orang-orang yang nasionalis, yang berwawasan kebangsaan yaitu berfilsafat hidup Pancasila."
Tag
Berita Terkait
-
Dianggap Langgar Aturan Pemilu karena Libatkan Anak - anak, Iklan Prabowo di TV Dilaporkan ke Bawaslu
-
Kontroversi Dokter Tifa: Tak Puas Tuduh Ijazah Jokowi Palsu, Kini Giliran Tuding Gibran
-
Temui Jokowi di Istana dalam Suasana 'Panas' Pasca Gibran Jadi Cawapres, Puan: Gak Huru-hara, Kami Tenang-tenang Saja
-
Isi Surat Abu Bakar Baasyir untuk Prabowo, Anies dan Ganjar
-
Andika Perkasa Klaim Ditekan Saat Pilpres 2019, Panglima TNI: Nggak Ada, Saya Santai-santai Aja
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim