Suara.com - Merujuk paad Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) mencatat sejak 2020 hingga 2023 telah terjadi 660 letusan konflik agraria di Indonesia. Sebanyak 73 diantaranya terjadi akibat rencana Proyek Strategis Nasional (PSN).
Proyek-proyek itu di antaranya adalah Rempang Eco City, KEK Mandalika, dan Ibu Kota Nusantara (IKN). Konflik kerap berujung tindakan represif dari aparat.
KPA mencatat terdapat 1.934 warga dikriminalisasi, 814 dianiaya, 78 tertembak, dan 69 meregang nyawa selama 2015-2022.
Hal itu juga membuat indeks HAM merosot salah satunya pemenuhan hak rakyat atas tanah. Tim Setara Institute dan INFID menyebut indeks HAM di Indonesia pada 2023 merosot ke level 3,2.
Angka ini lebih rendah dibanding tahun sebelumnya 3,3. Salah satu indikator yang dinilai yakni hak atas tanah. Skornya paling rendah: 1,9-turun dari 2,2 di tahun 2022.
Konflik agraria tentu menyebar di seluruh Indonesia. Seperti di Sumatera Utara yang mencapai 22 kasus, Kalimantan Barat ada 13 kasus, Jawa Barat ada 25 kasus, Jawa Timur ada 13, dan di Sulawesi Selatan ada 12 kasus.
Mengingat sudah memasuki masa Pemilu 2024, lantas bagaimana gagasan atau strategi 3 calon pasangan capres-cawapres dalam mengatasi isu ini. Berikut ulasannya.
Anies-Muhaimin
Dalam dokumen visi-misinya, pasangan AMIN bakal mempercepat program redistribusi tanah yang adil dan partisipatif, khususnya untuk petani tak bertanah. Termasuk melanjutkannya dengan program pemberdayaan.
Baca Juga: Total Mendominasi West Ham, Mikel Arteta Gagal Paham Arsenal Bisa Keok di Kandang
Anies, di satu sisi berjanji menuntaskan penyelesaian konflik, tumpang tindih lahan, kepastian hak, serta penataan kelembagaan reforma agraria maupun kebijakan satu peta.
Mantan Gubernur DKI ini memandang persoalan agraria tidak hanya terjadi di wilayah pedesaan, tetapi juga di perkotaan. Anies menegaskan pemerintah tidak boleh pelit kepada rakyatnya.
Prabowo-Gibran
Dalam visi-misi Prabowo-Gibran, isu reformasi agraria disebut dua kali. Agenda reformasi agraria akan dijalankan untuk memperbaiki kesejahteraan petani sekaligus mendukung peningkatan produksi di sektor pertanian, perkebunan, kehutanan, peternakan, perikanan, serta kelautan.
Menyikapi konflik lahan yang terjadi, Prabowo dlam konteks masalah di Pulau Rempang, sempat menyatakan bahwa ada campur tangan intelejen luar negeri.
Prabowo bilang kalau Indonesia merupakan negara yang besar dan memiliki kekayaan mineral. Alhasil, Indonesia, ia menambahkan, sering dijadikan target 'kekuatan besar dunia'.
Ganjar-Mahfud
Merujuk pada dokumen visi misi, Ganjar-Mahfud menilai berbagai konflik agraria yang muncul di Indonesia menjadi salah satu pemicu penurunan kohesivitas sosial.
Dalam misinya, Ganjar Mahfud mengusung program bertajuk 'Reforma Agraria Tuntas'. Hal itu mencakup penataan alokasi lahan yang efisien dan berkeadilan, redistribusi dan legalisasi tanah yang bebas dari mafia, hingga dokumentasi lahan yang transparan, cepat, akurat, serta murah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Pelajar Palembang Viral Usai Pamer Revolver saat Konvoi, Ternyata Senpira Dibeli dari Facebook
-
Nama Bupati PALI Muncul di Kasus Suap Audit BPK, KPK Periksa Asgianto Sebagai Saksi
-
Kondisi Terbaru Gunung Semeru, Enam Kali Erupsi dalam Sehari dan Masih Berstatus Siaga
-
Detik-detik Narapidana Narkoba Diborgol Usai Bebas karena Remisi 17 Agustus, Ada Apa?
-
Dedi Mulyadi Sindir Birokrasi Minta Dihormati: Rapat Habis Puluhan Juta, Tapi Rakyat Tetap Menderita
-
Koreksi Data Pidato Presiden: 6 Fakta Realitas Hidup Susanah, Kuli Kain Majun Asal Cileungsi Bogor
-
Bantah Isu Pisah dari NKRI, Ini 6 Pesan Penting Sultan Banten ke-18 untuk Masyarakat
-
Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Kembali Hadir, Ini Jadwal dan Harga Tiket Citilink
-
Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan
-
Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN