Suara.com - Kapten Timnas AMIN, Muhamamd Syaugi Alaydrus merespons hasil survei terbaru elektabilitas capres-cawapres yang menempatkan pasangan Anies-Muhaimin di atas Ganjar Pranowo-Mahfud MD.
Syaugi mengaku bersyukur atas hasil survei elektabilitas tersebut. Bila AMIN di posisi buncit, katanya, maka pihaknya akan bekerja lebih giat untuk memenangkan Pilpres 2024.
"Tanggapannya bersyukur. Selalu sering saya sampaikan kan kalau elektabilitasnya naik kita syukuri ya. Kalau elektabilitasnya di bawah berarti memacu kerja kita supaya lebih baik lagi," kata Syaugi di Rumah Perubahan AMIN, Jakarta Pusat, Sabtu (30/12/2023).
Atas hasil survei itu, Syaugi merasa yakin AMIN akan memenangkan Pilpres 2024 mendatang.
"Insyaallah dengan tren yang naik ini pasangan AMIN 14 Februari Insyaallah pasangan AMIN akan memenangkan Pemilu ini," katanya.
Diketahui, dalam survei terbaru yang dilakukan oleh LSI Denny JA menunjukan elektabilitas Prabowo-Gibran mencapai 43,3 persen.
Kemudian posisi kedua duet AMIN dengan 25,3 persen. Pasangan Ganjar-Mahfud kini diposisi buncit atau ketiga memperoleh 22,9 persen.
Survei itu dilakukan LSI Denny JA pada tanggal 17-23 Desember 2023 dengan cara tatap muka (face to face interview). Dan menggunakan kuesioner kepada 1200 responden di seluruh Indonesia. Margin of error survei ini sebesar 2.9 persen.
Direktur KCI LSI Denny JA, Adjie Alfaraby, membeberkan faktor pertama elektabilitas Anies-Muhaimin naik karena dianggap semakin tegas mengambil sikap oposisi dan perubahan.
Baca Juga: Pengamat: Pilpres 2024 Mustahil Satu Putaran
"Sikap oposisi ini tercermin dalam misalnya tak setuju pindah ibukota ke Kalimantan," kata Adjie dalam keterangannya.
Kemudian yang kedua kata dia, pihak yang tidak puas dengan Presiden Joko Widodo atau Jokowi banyak yang pindah ke Anies-Muhaimin.
"Pemilih yang tidak puas terhadap Jokowi paling besar pilihan capresnya adalah Anies-Muhaimin. Pemilih yang tak puas terhadap Jokowi yang memilih Anies-Muhaimin stabil diangka 40 persen lebih," ujarnya.
Berita Terkait
-
Pengamat: Pilpres 2024 Mustahil Satu Putaran
-
TPN Ganjar-Mahfud Gelar Konsolidasi 45 Hari Jelang Pemilu, Hasto PDIP Bicara Angka Keramat
-
Siti Atikoh Cerita Baliho Suaminya Banyak Hilang Di Kampung Halaman: Ajaib Ini
-
Tak Gentar Bahas Tema Pertahanan, Ganjar Siap Hadapi Prabowo Di Debat 7 Januari
-
Cak Imin: AMIN Menang, Kebutuhan Pangan Aman
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik
-
Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik