Suara.com - Upaya dukungan penggalangan dana termin 1 atau lebih dikenal dengan fundraising 1st resmi ditutup. Selama penggalangan dana tersebut ternyata berhasil mengumpulkan uang Rp200 juta.
Hal ini diketahui dari akun yang dibuat oleh pendukung Anies Baswedan di media sosial twiiter Olppaemi Project. Kekinian termin 1 sudah dinyatakan ditutup.
Akun ini pun menjelaskan jika uang terkumpul telah mencapai Rp200 juta. Akun tersebut membagikan informasi dalam bahasa inggris.
"Please wait for further information about second wave fundraising. Thank you for taking your part! We can’t make this happen without you guys Kindly wait for the LPJ Don’t forget #PahitManisAlwaysWithAnies,"
Akun tersebut memastikan jika nantinya akan dibuka termin kedua yang akan dikabarkan lebih lanjut.
Banyak kemudian akun pendukung Anies yang membagikan ulang informasi tersebut.
Baca Juga:
Sejumlah pendukung pun meninggalkan komentar yang mengucapkan terima kasih kepada para pendukung dan donasi tersebut.
"Wkwkwk salutt, kampanye swadaya Pak Anies literally ikut pemilu dengan modal otak (pikiran & kecerdasan) dan dengkul (stamina, semangat). Ini bener2 breakthrough karena sblmnya politisi2 didanai oligarki, sehingga pas kepilih punya ‘utang’ yg mesti dilunasi lewat korupsi," ujar netizen.
"MASHAALLAH TABARAKALLAH, YA ALLAH, INI KEREN BANGET KEKUMPUL 200JT Sehat-sehat selalu untuk para donatur serta tim @olpproject
. Semoga project yang sedang direncanakan berjalan jalan, berliku dikit gak papa, yang penting lancar. Ditunggu 2nd batch fundraising nya, kakak!," sambung netizen lainnya.
Tag
Berita Terkait
-
Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
-
Dari Masjid Nabawi, Anies Berdoa agar Aib Pelaku Kejahatan Dibuka Allah
-
Ditanya Nyesal Ikut Pilpres 2024, Anies Balik Tanya Publik: NyeseI Tak Memilih Saya?
-
Prabowo dalam Tekanan! Media Asing Sebut Anies Baswedan Saat Rupiah dan IHSG Kompak Jebol
-
Anies Baswedan Skakmat Seskab Teddy yang Sebut Dino Patti Djalal 'Pejabat Cuma 3 Bulan'
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
Terkini
-
3 Shio yang Menarik Keberuntungan 2 Agustus 2026, Besok Minggu Datang Hoki
-
Review Viva Moisturizer Gel Glowing White, Pelembap Rp30 Ribuan Atasi Kulit Kering dan Kusam
-
James Riady Pastikan Mal Lippo Tak Dipagari
-
Forrest Gump: Kebijaksanaan Emosional di Tengah Turbulensi Sejarah
-
Berapa Daya Listrik Kulkas Mini Portable? Cek Penjelasan dan Rekomendasi Produknya
-
3 Pilihan Sepatu Lari Lokal untuk Tempo Run Terbaik, Kualitas Setara Brand Luar Negeri
-
Tak Ingin Jakarta Hilang Akar, Pramono Jani Perkuat Lembaga Adat Betawi
-
Lampu Mati Berujung Kobaran Api: Bus Mewah Double Decker Gunung Harta Hangus di Tol Madiun
-
Review Novel Hyouka: Misteri Sederhana yang Menyimpan Rahasia 33 Tahun
-
Profil Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, Eks Petinggi BUMN yang Terjaring Operasi KPK