Suara.com - Mantan Ketua PWNU Jawa Timur KH Marzuki Mustamar mengkritik pernyataan Sekjen PNU Syaifullah Yusuf alias Gus Ipul yang mengajak warga NU tidak memilih paslon yang didukung Abu Bakar Baasyir.
Pernyataan Gus Ipul ini mengarah pada paslon nomor urut 01 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN) yang didukung Abu Bakar Baasyir.
Marzuki Mustamar yang mendukung paslon AMIN meminta Gus Ipul untuk menelusuri terlebih dahulu kebenaran pernyataan dukungan Abu Bakar Baasyir terhadap AMIN.
Baca Juga:
GKR Bendara Putri Sultan Jogja Jajan di Gerobak Angkringan, Tingkahnya Menjadi Sorotan Publik
"Andai jadi Gus Ipul, kami harus menelusuri dulu, benarkah Abu Bakar Baasyir ngomong seperti itu? harus di tabayun, dilacak," kata Marzuki dikutip dari Youtube Padasuka TV.
Menurut dia, harus dipastikan apakah pernyataan Abu Bakar Baasyir itu karena kemauan pribadi atau atas permintaan tim AMIN.
Jika Abu Bakar Baasyir mendukung AMIN atas kemauan pribadi, menurut Marzuki, tidak bisa dikaitkan dengan AMIN karena itu hak pribadi Baasyir.
Bahkan bisa juga menurut Marzuki, pernyataan dukungan Abu Bakar Baasyir terhadap AMIN adalah operasi dari pihak tertentu.
"Bisa saja itu operasi pihak tertentu yang biasa mengoperasi. Abu Bakar Baasyir ucapkanlah seperti ini kalau ga nanti kamu begini. Ucapinlah dia ucapan yang sudah disetting. Bukan atas permintaan timya AMIN, itu kan mungkin juga. Lalu pihak tertentu disuruh bikin framing. Kemungkinan itu ada semua," tuturnya.
Jika Abu Bakar Baasyir menyatakan dukungan ke AMIN atas suruhan pihak AMIN, menurut Marzuki Mustamar, barulah Gus Ipul boleh mengkritik.
Namun jika Gus Ipul belum melakukan pendalaman terhadap ucapan Abu Bakar Baasyir lalu sudah mengkritik dianggap Marzuki kurang baik.
"Kalau itu benar-benar kemauan Abu Bakar Baasyir, tidak disuruh oleh siapapun. Terus apa salahnya ucapan orang terhadap kami?" tuturnya.
KH Marzuki Mustamar lalu mencontohkan ketika ada orang Kristen senang terhadap dirinya dan mendukung pesantrennya, maka itu tidak menjadikan dirinya salah.
Berita Terkait
-
Gencar Kampanye Bareng Ketum Parpol: Usai Ditempel AHY di Jatim, Kini Airlangga Kawal Prabowo di Sulsel
-
SBY Turun Gunung Promosikan Prabowo di Jatim, Kemungkinan Pilpres Satu Putaran Menguat?
-
Riwayat Pendidikan dan Karier AHY, Dijanjikan Peran Penting Jika Prabowo Menang
-
Fahri Hamzah Cerita 15 Tahun Diintai KPK, Diskakmat Novel Baswedan: Masih Saja Berbohong
-
Gibran Kerap Pakai Baju Ora Umum, Terbaru ke Depok, Apa Sih Maknanya?
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Api Kepung TPA Rasau Jaya, Pemadaman Diperkuat dari Udara
-
Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel
-
El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah
-
6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten
-
Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay
-
Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi
-
Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026
-
KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai