Suara.com - Calon presiden nomor urut 01, Anies Baswedan, menanggapi soal stigma yang menyebut dirinya menguasai tema-tema dalam Debat Kelima yang diselenggarakan pada Minggu, (4/2/2024). Mengingat, ia berlatar belakang akademisi dan sempat menjabat sebagai Mendikbud.
Menurut Anies, pada dasarnya semua tema dalam debat adalah hal yang patut dikuasai sebagai calon pemimpin negara.
"Sebenarnya semua tema adalah tema yang harus kita berurusan nantinya. Kebetulan di masa lalu memang saya pernah bertugas (sebagai Mendikbud), tapi juga selama setahun lebih kita harus berinteraksi dengan tema apapun," ujarnya pada wartawan di Jakarta, Minggu, (4/2/2024).
Tidak hanya pendidikan, sambung Anies, semua tema debat sejatinya didiskusikan untuk kepentingan rakyat Indonesia. Dirinya menegaskan bahwa kesejahteraan untuk rakyat itulah yang menjadi prioritasnya.
"Jadi ini semua adalah tema yang sangat penting untuk rakyat Indonesia karena tujuan kesejahteraan yang paling utama untuk kita raih," tutupnya.
Berita Terkait
-
Anies Bakal Libatkan Aktivis untuk Tingkatkan Kesejahteraan Pekerja Imigran
-
Janji Anies untuk Guru dan Dosen: Status PPPK hingga Beasiswa
-
Kaesang Puji Penampilan Prabowo di Debat Kelima Pilpres 2024: Jadi Debat Terbaiknya
-
Anies Buka Paparan Visi dan Misi Debat Capres Kelima dengan Bahasa Isyarat
-
Anies: Bansos Diberikan untuk Kepentingan Rakyat, Bukan Pemberinya
Terpopuler
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
Perkuat Keamanan Ruang Udara Obvitnas, Kilang Plaju Jalani Assessment AIP dan Supervisi SMP
-
KemenPPPA Soroti Pentingnya Inklusi Keuangan bagi Perempuan Pelaku Usaha
-
Viral Anak Bacok Ayah di Deli Serdang, Polisi Amankan Pelaku
-
Membongkar Jual-Beli Kursi Maba Unsoed: Dari 73 Kuota hingga Mahar Rp650 Juta
-
Projek-D Vol.5 Hadirkan Empat Panggung dan Puluhan Musisi di De Tjolomadoe
-
Perkuat Pencegahan Karhutla, Mendagri Tito Tekankan Keterlibatan Pemda Hingga Tingkat Desa
-
Ratu Dewa Target Macet Palembang Turun 40 Persen dalam 90 Hari, Mungkinkah?
-
Adriana Elisabet: Separatisme Papua Berawal dari Keluhan yang Tak Direspons Pemerintah
-
Kisah Ustazah Mona: Ibu Bhayangkari Sekaligus Guru PAI yang Siap Harumkan Nama di MTQ Nasional
-
Keluar Modal Gede, DSI Tak Mungkin Jadi Perusahaan Rugi