Suara.com - Yuni Sri Rahayu (41), seorang Pekerja Rumah Tangga (PRT) di Jakarta Selatan tak pernah menyangka dirinya bisa maju menjadi Calon Legislatif (Caleg) DPRD DKI Jakarta pada Pemilu 2024 ini. Dengan modal seadanya, Yuni siap bersaing dengan caleg lainnya agar bisa mengantor di gedung legislator Kebon Sirih.
Selama menggelar kampanye di daerah pemilihannya (dapil) 7 Jaksel yang meliputi Kecamatan Kebayoran Lama, Kebayoran baru, Cilandak, dan Setiabudi, Yuni mengaku hanya mengeluarkan modal sebesar Rp2,5 juta.
Angka yang terbilang sangat kecil dibandingkan pengeluaran Caleg lainnya.
Dana Rp2,5 juta itu, kata Yuni, dipakai untuk keperluan administrasi seperti tes kesehatan dan pembelian Alat Peraga Kampanye (APK).
"Dana segitu untuk tes-tes awal kayak kesehatan, narkoba. Itu enggak sampai Rp500 ribu sih. APK itu sekitar Rp2 juta. Jadi enggak lebih dari Rp2,5 juta," ujar Yuni saat dihubungi Suara.com, Rabu (7/2/2024).
Caleg yang maju lewat Partai Buruh itu mengaku bekerja mengurus tiga rumah di kawasan Jaksel dan mendapat gaji Rp5juta per bulan. Wanita empat anak ini mengaku uang yang digelontorkan untuk kampanye itu berasal dari gajinya selama menjadi PRT.
"Itu saya dapatkan dari hasil saya bekerja sebagai PRT. Saya nggak langsung (keluar uang) Rp2 juta. Saya beli APK ada uang Rp300 ribu saya beli. Ada uang Rp150 ribu saya beli. APK yang saya punya juga cuma stiker, poster, gantungan kunci," jelasnya.
Awalnya, ia mengaku tak memiliki keinginan pribadi untuk menjadi caleg. Namun, organisasi PRT tempatnya bernaung, Jala PRT mendorongnya untuk maju dalam kontestasi politik ini.
"Enggak ada niatan, gak ada mimpi, enggak ada kepikiran kalo aku mau jadi caleg. Tapi karena dorongan dari koordinator, teman-teman PRT, ya saya berpikir panjang dengan istilahnya apa yang bakal saya terima nanti ya udah lah," ucapnya.
Baca Juga: Kampanye Nyentrik Uya Kuya, Blusukan Basah- kuyup Sambil Sentil Caleg 'Bagi Gocap'
Ia mengakui keputusannya ini maju jadi caleg menuai tanggapan positif dan negatif. Namun, ia lebih memilih untuk fokus pada tujuan awalnya, yakni memperjuangkan perlindungan bagi rekan sesama PRT.
"Kita sudah paham kekerasan dan diskriminasi di lingkup PRT. Kayak gaji gak dibayar, yang disiksa, upah dipotong, gak dapat THR, gak dapat libur, sebenarnya kan itu banyak," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Viral Pria Nangis Sesenggukan Curhat ke Anies Baswedan Atas Namakan Nelayan, Ternyata Caleg PKS?
-
Warga Diguyur Minyak Goreng, Langkah Gerilya Caleg untuk Dulang Suara di Pemilu 2024
-
Viral Caleg Bentangkan Spanduk Gambar Prabowo-Gibran di Mekkah: Cari Ridha Allah Jalur Extra?
-
Fadly Faisal Ogah Sebut Partai Ayahnya saat Minta Warga Coblos Haji Faisal: Lu Dikontrak Sama Partai Sebelah Apa Gimana?
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan