Suara.com - Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan bahwa hak angket kecurangan pemilu adalah suatu langkah yang harus dilakukan di tengah situasi masalah ekonomi dan politik. Terkhusus politik, Hasto menyentil penyelanggaraan Pemilu 2024 yang tidak kredibel.
"Ketika kita dihadapkan pada masalah ekonomi masalah politik lalu pemilu yang seharusnya kredibel menjadi tidak kredibel. Maka hak angket menjadi suatu hal yang sangat penting untuk dilakukan," kata Hasto di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK) Jakarta Pusat, Selasa (16/4/2024).
Hasto kemudian menyinggung tentang adanya dugaan penjegalan lewat politik dan hukum. Melalui jalur politik, Hasto mengungkit tentang usulan revisi Undang-Undang MD3.
Baca Juga: Sampaikan Amicus Curiae ke MK, Hasto Sebut Megawati Bukan Sebagai Ketum PDIP
Sementara lewat politik, Hasto mengatakan ada intimidasi yang dilakukan oleh aparat penegak hukum.
"Maka ini semakin memperkuat hak angket itu," kata Hasto.
Meski begitu, Hasto menyampaikan bahwa hak angket bukan persoalan PDIP. Usulan untuk menggulirkam hak istimewa DPR RI muncul karena kesadaran masyarakat yang ingin demorkasi lebih adil
"Tetapi persoalan hak angket bukanlah persoalan PDIP. Ini muncul dari kesadaran kita bersama," ucap Hasto
"Apakah kita sebagai bangsa mau meletakkan nasib dan tanggung jawab kita ke depan dengan memastikan setiap proses pemilu berjalan dengan fair, berjalan dengan demokratis, dan pemimpinnya betul-betul berjuang bagi bangsa dan negara bukan berjuang bagi keluarganya," lanjutnya.
Sebelumnya diberitakan, pada Kamis (4/4/2024), Ketua DPR RI Puan Maharani hanya menggeleng-gelengkan kepala saat ditanya tentang tak adanya usulan hak angket hingga rapat paripurna penutupan masa sidang sebelum Hari Raya Idul Fitri lalu.
Berita Terkait
-
Sampaikan Amicus Curiae ke MK, Hasto Sebut Megawati Bukan Sebagai Ketum PDIP
-
PDIP: Bambang Pacul Tak Berkenan Maju Pilgub Jateng 2024
-
Hasto Tegas Bantah Isu Pertemuan Jokowi dan Megawati Saat Lebaran
-
Sempat Dicari-cari, Ganjar Akhirnya Lebaran ke Rumah Megawati
-
Mardiono Ikut Halal Bihalal Golkar, Sekjen PDIP Malah Sindir PSI Gerus Suara PPP
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Imigrasi Catat PNBP Rp6,54 Triliun hingga Agustus 2026, Naik 6,68 Persen
-
Prabowo Rombak Buku Pelajaran karena Font Kekecilan, Dewan Pendidikan DIY Sebut Tak Urgen
-
Dibuka Kesempatan Buat Mahasiswa Belajar Fashion Langsung di Kota Mode Dunia
-
9 Ide Lomba Estafet Kelompok 17 Agustus untuk Melatih Kekompakan Tim
-
4 Rekomendasi Mesin Cuci Portable, Cocok untuk Kos dan Rumah Minimalis
-
Nggak Perlu Repot Bawa Cash, Fitur Andalan BRI Ini Bikin Belanja Jadi Kilat
-
Terus Dipacu! Begini 20 Persen Penampakan Stadion Sudiang Makassar
-
Penjualan Mobil Nasional Juli 2026 Meningkat, Dominasi Mobil China Kian Nyata
-
2 Anggota KPK Gadungan Tipu dan Sekap Lansia di Serpong
-
Kemarau Panjang Ubah Wajah Situ Gede, Air Menyusut Pemandangan Tak Biasa Ini Viral