Pengamat Kebijakan Publik, Gigin Praginanto, mengomentari pernyataan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) soal kebijakan kendaraan listrik.
Jusuf Kalla mengkritik program pemerintah menggalakkan penggunaan kendaraan listrik (Electric Vehichle/VE) di Indonesia.
Sayangnya, upaya tersebut tidak dibarengi dengan pengembangan pembangkit energi baru dan terbarukan (EBT) dan masih menggunakan pembangkit kotor seperti PLTU.
"Mobil listrik itu untuk mengurangi emisi kan? Tapi tiap malam itu harus di-charge, jadi sangat tergantung kepada pembangkit. Kalau pembangkitnya tetap PLTU itu hanya berpindah emisi dari knalpot mobil ke cerobong PLTU," ujar JK.
Menanggapi hal tersebut, Gigin menilai walau banyak menuai kritik, program kendaraan listrik akan tetap berlangsung.
Itu karena, program tersebut berkaitan dengan Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Para menteri di kabinet pun pasti akan mendukungnya.
“Ini kan proyek opung, apapun alasannya harus tetap jalan. Para menteri aja seperti asistennya,” ujar Gigin, dikutip Suara Liberte pada Selasa (6/6/2023).
Sementara itu, sebelumnya Luhut juga telah membalas kritik yang dilontarkan Anies Baswedan terhadap pemberian subsidi mobil listrik.
Menurut Luhut, seluruh dunia memberikan subsidi kendaraan listrik sehingga sebaiknya Indonesia jangan melawan arus dunia.
Baca Juga: Literasi Digital Dorong Kreativitas Disabilitas Bikin Konten dan Publikasi di Media Sosial
"Mengenai mobil listrik sudah ada studi komprehensif. Saya kira seluruh dunia, bukan hanya kita. Jadi jangan kita lawan arus dunia juga. Siapa yang berkomentar saya tidak tahu, suruh dia datang ke saya, biar saya jelaskan bahwa itu tidak benar omongannya," jelasnya di The Westin Jakarta, Selasa (9/5/2023).
Berita Terkait
-
Tak Permasalahkan Jika Jokowi Mau Cawe-cawe Terkait Pilpres, Pengamat: Tapi Copot Dulu Jabatan Sebagai Presiden
-
Berpotensi Tekan Emisi 6,9 Juta Ton CO2, Pemerintah Percepat Penggunaan Kendaraan Listrik
-
Ajukan PMN Hingga Rp57 Triliun untuk BUMN, Pengamat Kebijakan Yakin Erick Bakal Nyanyikan Lagu Lama
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
Terkini
-
Profil PT Bach Multi Global Tbk (BACH), Jaringan Bisnis 'Grup Djarum' yang Siap IPO
-
5 Shio yang Beruntung Hari Ini, Ada Peluang Rezeki dan Kemajuan Karier
-
Komi Can't Communicate Kembali! Bab Spesial Baru Resmi Dirilis
-
5 HP Xiaomi dengan Kamera Mirip iPhone, Kualitas Foto dan Video Gak Kaleng-kaleng
-
Usai Bertemu Wapres Gibran, Pengurus BEM UBK Akui Terima Uang: Baru Cair 20 Persen!
-
Jalan Pantura Barat Rusak, Pemprov Jateng Gelontorkan Puluhan Miliar Rupiah untuk Perbaikan
-
Kejari Sleman Bantah Klaim Sakit, Tegaskan Raudi Akmal Memenuhi Syarat Penahanan
-
Kronologi BEM FH UBK Diinterogasi, Diduga Terima Uang Usai Bertemu Wapres Gibran
-
Huawei Watch GT 6 Pro: Smartwatch Premium dengan Baterai 21 Hari dan Fitur Kesehatan Lengkap
-
Wacana Rokok Murah untuk Masyarakat Bawah Dikritik, Ancam Penerimaan Cukai Negara