Indonesia belum selesai mengatasi ketimpangan ekonomi. Sejumlah faktor kecil hingga besar menjadi penyebab lambannya pemerintah mencari solusi atas masalah ini.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa ketimpangan selama periode Maret 2019 sampai dengan September 2022 hanya sedikit berkurang. Rinciannya, diambil BPS dari perkotaan dan perdesaan adalah 0,382% tahun 2019 dan 0,381% di tahun 2022.
Profesor Bustanul Arifin, Ekonom Senior INDEF, mengatakan terdapat determinan atau faktor yang menentukan terjadinya ketimpangan ekonomi. Setidaknya, secara global determinan ketimpangan telah bergeser ke arah globalisasi, perubahan teknologi, pertumbuhan jasa keuangan, perubahan norma pembayaran gaji atau upah, pengkerdilan peran serikat pekerja (trade unions), dan penurunan pajak distribusi dan kebijakan transfer.
Sementara di Indonesia, kata Prof. Bustanul, determinan ketimpangan meliputi empat poin. Pertama, karakter pertumbuhan ekonomi tidak berkualitas sehingga sektor non-tradable mendominasi. Pada gilirannya ini memengaruhi sektor pertanian dan indutri.
"(Kedua) adanya pemerataan kepemilikan aset. Ini membuat distribusi lahan memburuk sehingga petani berlahan sempit meningkat 54% per tahun. Ketiga adalah akses terhadap faktor produksi dan sumber daya terbatas, mengakibatkan buruknya infrastruktur ekonomi dan sumber daya produksi," papar Guru Besar Universitas Lampung ini.
Menurutnya, determinan tersebut juga dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah yang tidak efektif. Misalnya, subsidi terhadap pangan, pendidikan, pupuk, dan lain-lain.
Untuk memahami ketimpangan dengan kacamata lebih luas, Prof. Bustanul membeberkan data angka kemiskinan di Indonesia periode Maret 2019 sampai dengan September 2022. Dibagi per wilayahnya, perkotaan pada Maret 2019 mencatatkan angka kemiskinan 6,69% di akhir periode sebesar 7,53%.
Untuk perdesaan di awal periode tersebut kemiskinan berada di angka 12,85 persen sementara pada September 2022, jumlah orang miskin sekitar 12,36 persen. Terdapat perbedaan antara perkotaan dan perdesaan jika dilihat dari data itu.
Prof. Bustanul secara menyeluruh menerangkan bahwa angka kemiskinan di Indonesia dari tahun 2019 hingga 2022 mengalami kenaikan. Angkanya secara berurutan 9,41% dan berakhir di periode itu di angka 9,57%
Baca Juga: Syahrul Yasin Limpo Masih Jalankan Tugas Sebagai Menteri, DPP Partai Nasdem: Gak Ada Tersangka
Berita Terkait
-
Presiden Jokowi Targetkan Kemiskinan Ekstrem 0 Persen pada 2024, Pengamat Kebijakan Tunjukkan Caranya: Gampang!
-
Genjot Penurunan Kemiskinan, Ganjar Serahkan Bantuan Keuangan Hingga Hibah Sosial Rp 94,6 Miliar ke Warga Kendal
-
Upaya PDIP 'Ambil' Suara Wong Cilik, Nicho Silalahi Ungkit: Mereka Diam Saat Rezim Jokowi Naikkan Harga BBM
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
-
Prabowo Tunjuk Juda Agung jadi Wamenkeu, Adies Kadir Resmi Jabat Hakim MK
-
Lakukan Operasi Senyap di Bea Cukai, KPK Amankan 17 Orang
-
Juda Agung Tiba di Istana Kepresidenan, Mau Dilantik Jadi Wamenkeu?
-
Viral Dugaan Penganiayaan Mahasiswa, UNISA Tegaskan Sanksi Tanpa Toleransi
Terkini
-
3 Fakta Gus Idris Bongkar Isu Pelecehan Seksual Viral, Siap Ikuti Proses Hukum!
-
Refleksi Aksi Kamisan ke-896: Masalah Bangsa Tak Bisa Dijawab dengan Joget Gemoy!
-
Lebih dari Sekadar Iftar: Berbuka di Bigland Bogor Hotel, Bawa Pulang Kesempatan iPhone 17 Pro
-
Gasak Rp243 Juta Modus Gembos Ban, Sindikat Pencuri di Yogyakarta Diringkus
-
52 Kode Redeem FF 5 Februari 2026: Cek Bocoran Bundle Valentine dan Evo Gun Scorpio
-
Baru Rekrut Jeremy Jacquet, Liverpool Siap Buang Duit Rp1 T demi Dapatkan Bek Leverkusen
-
Siapkan Payung Saat Ramadan, BMKG Sebut Cuaca Ekstrem Berlanjut di Sebagian Besar Indonesia
-
Kabar Terbaru Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie, Pengadilan Buka Suara soal Isu Cerai
-
Pertumbuhan Ekonomi RI 2025 Cuma 5,11 Persen, Purbaya Akui Tak Sesuai Janji
-
Kemenkes Minta Jangan Lagi Ributkan BPJS PBI: RS Harus Tetap Layani Pasien