Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Mulyanto kembali menyuarakan penolakannya akan kebijakan dari ekspor pasir laut dari Indonesia.
Dirinya mengatakan bahwa kebijakan tersebut masih belum jelas hingga rancu karena tak adanya batas wewenang antara setiap kementerian yang terlibat dalam hal tersebut.
Menurutnya, hal ini adalah bukti bahwa kebijakan kontroversial tersebut memang perlu dikaji ulang oleh segenap jajaran pemerintahan dari Presiden Joko Widodo alias Jokowi.
“Pemerintah perlu mendengar aspirasi masyarakat dan menimbang ulang keputusan membuka izin ekspor pasir laut karena lebih banyak mudharat daripada manfaatnya,” tegas Mulyanto.
Selain itu, mereka juga harus melibatkan elemen masyarakat dan berkonsultasi terkait dengan implementasi soal kebijakan tersebut kepada Komisi VII DPR RI. Hal tersebut mengingat potensi kerusakan alam yang ditimbulkan oleh penambangan dari pasir laut di Indonesia.
“Ekspor pasir laut ini diyakini akan merusak ekosistem laut, menenggelamkan pulau-pulau kecil, merugikan nelayan dan mengganggu ketahanan pangan,” pungkasnya.
Kerugian lingkungan yang ditimbulkan, imbuhnya, akan jauh lebih besar ketimbang potensi penerimaan negara yang akan diperoleh dari hal tersebut.
Baca Juga: Luhut Sebut Pengganti Jokowi Tak Usah Bicara Perubahan, Loyalis Anies Puji Reaksi Elite Demokrat
Berita Terkait
-
Dikenal Punya Karakter Konyol, Presiden Jokowi Malah Prediksi Vicky Prasetyo Lolos jadi Anggota Dewan
-
Loyalis Anies Ngegas Saat Luhut Minta Presiden 2024 Tak Usah Bicara Perubahan: 9 Tahun Terbuang Percuma Tanpa Hasil Maksimal
-
Jokowi Heran Masyarakat Lebih Percaya Berobat ke Luar Negeri, Eh Ternyata Memang Presiden yang Mengajari
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
Terkini
-
DPRD DKI Sentil Kantor Pemerintah soal Pilah Sampah: Jangan Cuma Gencar Kampanye
-
Ahmad Dhani Ungkap Paras Anak Al Ghazali dan Alyssa: Gak Mirip Orang Indonesia
-
Review Film Home Sweet Home: Menonton Kenyataan Pahit Profesi Caregiver di Denmark
-
Komisi II DPR Tegaskan RUU Pemilu Tetap Jadi Inisiatif Parlemen, Tak Perlu Dialihkan ke Pemerintah
-
7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
-
IHSG Masih Merosot pada Pembukaan Senin ke Level 6.959
-
Aksa Anak Soimah Kerja Apa? Putuskan Nikah Muda dengan Yosika Ayumi
-
Emas Antam Merosot awal Pekan Ini, Harganya Tembus Rp 2.819.000/Gram
-
Pasar Emas Sedang Konsolidasi? Simak Update Harga Antam dan UBS Hari Ini
-
Antara Idealisme dan Realita: Susahnya Hidup Less Waste di Era Serba Cepat