Pengamat politik Hendri Satrio menilai, gangguan-gangguan yang diterima Anies Baswedan dari lawan politiknya merupakan strategi yang sengaja digunakan.
Calon presiden (capres) dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) itu memang sengaja diganggu dengan beragam cara karena kans untuk memenangkan pemilihan presiden (pilpres) besar.
"Selama Anies berpotensi menang, maka pasti akan terus-menerus diganggu oleh lawannya," kata Hendri kepada Dua Sisi, dikutip Liberte Suara, Jumat (16/6/2023).
Gangguan itu, lanjut Hendri, berupa tantangan pertandingan sebelum pertandingan yang Anies hadapi.
"Pertandingan yang akan dihadapi Mas Anies ada dua. Pertandingan sebelum pertandingan yang asli," imbuhnya.
"Ini adalah momen yang sekarang ini (dihadapi Anies) sebelum menuju pertandingan asli nanti," tambah Hendri.
Namun Hendri percaya bahwa rakyat yang akan menentukan. Dengan begitu, segala bentuk kecurangan yang bakal terjadi dapat diminimalkan.
"Kalau masuk dalam kompetisi yang namanya pilpres, itu semua terserah rakyat," tuturnya.
"(Pilpres) mau dicurangin kayak gimana juga kalau rakyat memilih, menang, ya menang aja," tukas Hendri.
Baca Juga: PPP Resmi Dapatkan Sandiaga, Apa Tugasnya Hingga Membuat Jokowi Bertanya?
Peran rakyat akan sia-sia ketika pemerintah dan penguasa saat ini harus memastikan jalannya kompetisi itu bisa adil sehingga rakyat tidak akan dirugikan.
"Pemerintah, penguasa, saat ini harus fair-fair aja," paparnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Pacu Digitalisasi Keuangan Daerah, Banyuasin Percepat Implementasi KKPD
-
Di Tengah Ramai Desakan Tes Urine, Prima Salam Kembali Muncul di Acara Gerindra
-
Rp160 Miliar Diduga Tak Pernah Masuk Kas Daerah, Aktor Utama Korupsi Sungai Lalan Dibidik
-
Dari Apel Premium hingga Cokelat, Gaya Hidup Sehat Ala Selandia Baru Hadir di Indonesia
-
PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang
-
Meski Angkat Koper, Arda Guler Selamatkan Wajah Timnas Turki di Piala Dunia 2026
-
Cerita Fajar Nugra Ubah Penampilan demi Film Pemikat Jiwa
-
Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang
-
Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA
-
Prediksi Skor Yordania vs Argentina: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik