Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya menangkap sinyal keseriusan dari pertemuan Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani dan Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
"Ada dua makna. Pertama ini bukan basa-basi politik, komunikasi akan dilakukan dalam kerangka yang lebih serius. Dan memang pasti dibutuhkan beberapa kali pertemuan ke depan," kata Yunarto kepada KompasTV dikutip Liberte Suara, Senin (19/6/2023).
Yunarto, akrab disapa dengan Toto, menyinggung pertemuan antara Puan dengan Ketum Partai Nasional Demokrat (NasDem). Ini adalah contoh dari basa-basi politik yang dimaksud.
"Mbak Puan misalnya dengan Surya Paloh itu kan basa-basi politik," ujarnya.
Namun Toto enggan menyampingkan makna sebaliknya. PDIP dan Demokrat adalah dua partai yang pernah mengalami keretakan komunikasi hampir dua dekade yang lalu.
"Bisa juga makna sebaliknya bahwa itu jawaban lain atau bahasa implisit 'kami tidak menemukan titik temu'," imbuh Toto.
Direktur Charta Politika itu mengajak agar dapat memahami persepsi publik mengenai keretakan PDIP-Demokrat.
"Dan tidak mungkin ketoka berbicara mengenai sebuah kerja sama politik apalagi terkait dengan pilpres, penentuan capres-cawapres itu bisa masuk dan diputuskan dalam satu pertemuan," papar Yunarto.
Ia menilai pertemuan baik tersebut akan menghasilkan hasil yang baik pula.
Baca Juga: Jelang Wukuf di Arafah, Dokter Ingatkan Jemaah Haji Indonesia Tetap Jaga Kesehatan
"Jadi saya tetap melihat ini sebuah awal yang baik," pungkasnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan