- Aliansi Rakyat Memanggil menggelar demonstrasi di Simpang Tiga Gejayan, Sleman, Yogyakarta, pada Sabtu, 13 Juni 2026 sejak siang hari.
- Massa menuntut Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran karena menilai kondisi sosial serta ekonomi masyarakat saat ini memburuk.
- Walaupun aksi utama telah selesai, massa tetap bertahan di jalan hingga malam hari sambil menyuarakan protes kepada pemerintah.
Suara.com - Massa aksi yang sebelumnya menggelar demonstrasi di kawasan simpang tiga Gejayan, Yogyakarta, masih bertahan di lokasi meski aksi utama telah dinyatakan selesai pada Sabtu petang.
Situasi itu membuat kawasan Gejayan tetap dipadati massa hingga menjelang malam.
Pantauan Suara.com di lokasi, sekira pukul 17.45 WIB, mobil komando sudah meninggalkan lokasi dan tidak ada lagi perwakilan massa yang menyampaikan orasi.
Kepolisian pun sudah mulai membuka kembali arus lalu lintas dari berbagai arah, baik dari utara, selatan, maupun barat.
Sejumlah kendaraan roda dua, mobil pribadi, hingga bus pariwisata mulai melintas secara perlahan di kawasan persimpangan tersebut.
Meski begitu, sebagian massa aksi tetap bertahan di tengah jalan dan belum sepenuhnya membubarkan diri.
Massa yang masih berada di lokasi tampak menguasai area persimpangan sambil mengajak para pengguna jalan ikut menunjukkan dukungan.
Mereka meminta pengendara membunyikan klakson kendaraan saat melintas di depan kerumunan aksi.
Seruan itu direspons beragam oleh para pengendara. Banyak kendaraan terdengar membalas dengan bunyi klakson, mulai dari sepeda motor, mobil pribadi, hingga bus pariwisata yang melintas di kawasan Gejayan.
Baca Juga: Peringatan Fernando Emas: Waspada Reformasi 1998 Jilid II
Di sela-sela situasi tersebut, massa terus meneriakkan seruan bernada protes terhadap pemerintah.
"Turun turun turun Prabowo, turun Prabowo sekarang juga," teriak massa aksi.
"Revolusi, revolusi, revolusi," teriak massa lagi.
Meski arus lalu lintas telah dibuka kembali, kondisi di simpang tiga Gejayan belum sepenuhnya normal lantaran kerumunan massa masih memadati sebagian ruas jalan. Aparat kepolisian tampak berjaga di sekitar lokasi untuk mengatur lalu lintas dan memantau situasi.
Aksi spontan massa itu masih berlangsung hingga sekitar pukul 18.40 WIB. Hingga waktu tersebut, sebagian peserta aksi tetap bertahan sambil menyuarakan tuntutan mereka di tengah lalu lalang kendaraan.
Diketahui massa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Memanggil menggelar aksi demonstrasi di Yogyakarta dengan membawa sejumlah tuntutan terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Mereka menilai kondisi sosial dan ekonomi masyarakat semakin memburuk di berbagai sektor.
Ratusan massa telah memadati kawasan Simpang Tiga Gejayan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Sabtu (13/6/2026) sejak siang.
Berita Terkait
-
Mirip-mirip One Piece, Wibu Jogja Sebut Penguasa Saat Ini Menindas Rakyat Kecil
-
Jawab Tuntutan Mahasiswa, Bakom RI Sebut Kebijakan Presiden Prabowo Hemat Anggaran Rp300 Triliun!
-
Peringatan Fernando Emas: Waspada Reformasi 1998 Jilid II
-
Saran Connie Bakrie ke Prabowo: Suruh Teddy Libur Dulu, Saatnya Dengar Orang-orang Berpengalaman
-
Prabowo Mau Borong Rudal BrahMos dari India, Ekonom Ingatkan Risiko Utang Rp7 Triliun
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
- PT Blueray Cargo Milik Siapa? Perusahaan Logistik yang Seret Raffi Ahmad dalam Kasus Suap Importasi
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
-
Turun Aksi di Jogja, Cholil ERK Tegaskan Gerakan Masyarakat Jangan Mengempis
-
Benarkah Jokowi Segera Jadi Ketua Dewan Pembina? PSI Kasih 'Kode Keras' Begini
-
Jawab Tuntutan Mahasiswa, Bakom RI Sebut Kebijakan Presiden Prabowo Hemat Anggaran Rp300 Triliun!
-
Mirip-mirip One Piece, Wibu Jogja Sebut Penguasa Saat Ini Menindas Rakyat Kecil
-
Sambil Menangis, Kepala BGN Ungkap Kekecewaan: Saya Tak Tega, Niat Baik Prabowo Dikhianati
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Komunitas Muratara Bernafas: Penertiban PETI Percuma Tanpa Penataan Wilayah dari Pemerintah
-
Peneliti UGM Pastikan Api di Rumah Sleman Bukan dari Gas Alam, Lalu Apa Pemantiknya?
-
Turun ke Posko dan SMAN 3 Semarang, Ahmad Luthfi Pastikan SPMB Jateng Berjalan Lancar