Masyarakat Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi atau Jabodetabek masih mengandalkan kereta rel listrik (KRL) sebagai alat transportasinya. Buktinya, rerata jumlah pengguna harian KRL tembus 800.000 orang penumpang, menurut data PT KAI Commuter Indonesia.
PT KCI mencatat jumlah pengguna KRL atau Commuter Line di Jabodetabek mencapai 215,05 juta orang pada 2022. Jumlah tersebut tumbuh 74,66% dibandingkan pada tahun sebelumnya yang sebanyak 123,13 juta orang.
Masyarakat Jabodetabek banyak memilih KRL sebagai moda transportasi utama karena lebih murah dan dapat menghindari kemacetan di jalan. Alhasil sangat wajar jika kondisi kereta yang penuh dan sesak dengan para penumpang yang memiliki tujuannya masing-masing.
Tidak jarang kejahatan terjadi di atas kereta yang tengah bergerak. Mulai dari pencopetan, hingga kejahatan pelecehan seksual. Maraknya kasus pelecehan seksual yang terjadi di Commuter Line membuat PT KCI melakukan pengadaan gerbong khusus wanita sejak 19 Agustus 2010.
Lokasi gerbong khusus tersebut terdapat pada gerbong pertama dan juga gerbong terakhir dalam tiap rangkaian kereta. Gerbong khusus ini disediakan agar penumpang perempuan lebih aman, nyaman, dan tenang jauh dari kasus pelecehan seksual.
PT KCI mengatakan tujuan adanya gerbong khusus wanita adalah menghindari adanya tindakan pelecehan dan kejadian lain yang tidak diharapkan.
Dengan begitu, ini dapat mengakomodasi permintaan pengguna yang banyak merasa risi apabila berdesak-desakan dengan lawan jenis. Dan diharapkan dapat menghindari kejadian-kejadian yang tidak diharapkan yang korbannya lebih sering perempuan.
Sebagai perbandingan Bukan hanya Indonesia yang memiliki gerbong kereta khusus wanita. Setidaknya tercatat ada sembilan negara yang memiliki kereta dengan rangkaian kereta khusus wanita. Sembilan negara tersebut adalah Brasil, Indonesia, Jepang, Meksiko, Mesir, India, Thailand, Iran, dan Inggris.
Di Inggris, alat transportasi yang dikhususkan untuk kaum Hawa diperkenalkan sejak 1874 lewat Metropolitan Railway. Saat itu ada kompartemen khusus wanita, namun perlahan dihapus sejak ada kereta api BR.
Baca Juga: Taipei Open: Perang Saudara, Jafar / Aisyah Singkirkan Rinov / Pitha di 16 Besar
Sedangkan di Jepang, gerbong kereta khusus wanita pertama kali digunakan pada tahun 2000. Adanya gerbong tersebut sebagai upaya pemerintah untuk menghentikan pelecehan seksual.
Kemudian gerbong khusus wanita berkembang di Tokyo dengan kereta yang dilabeli stiker berwarna pink, warna yang identik dengan wanita.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim