Pengamat komunikasi politik Universitas Gadjah Mada (UGM) Nyarwi Ahmad menyoroti para menteri kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai calon wakil presiden (cawapres) 2024.
Menurutnya, peluang itu sangat terbuka mengingat beberapa menteri bisa dinominasikan berdasarkan latar belakang organisasi sosial, keagamaan, mungkin juga kinerja.
"Tentu ada banyak kategori, kriteria, yang akan digunakan misalnya latar belakang organisasi keagamaan, dan soal kinerjanya juga sebagai menteri," kata Nyarwi kepada KompasTV dikutip Liberte Suara, Jumat (23/6/2023).
Terkait cawapres untuk calon presiden (capres) Ganjar Pranowo dari PDI Perjuangan, Nyarwi melihat nama-nama menteri yang potensial diajukan untuk pendamping.
"Yang cukup rame belakangan itu menteri ya, Muhadjir Effendi, yang disebut sebagai sosok cawapres Ganjar. Pak Muhadjir tidak menegaskan penolakan seperti itu ya," ujarnya.
Ia melanjutkan, Ganjar setidaknya memiliki beberapa indikator memilih cawapres untuk mendampingi di pilpres 2024.
"Pertama jelas ya punya basis elektabilitas, basis pendukung gitu. Dalam berbagai data survei yang kredibel, elektabilitas Mas Ganjar belum sepenuhnya dominan ya selalu kompetitif bersama Pak Prabowo," terang Nyarwi.
Yang kedua, kata Nyarwi, adalah profil kompetensi yang dimiliki cawapres seperti contohnya seorang teknokrat.
"Saya kira kemungkinan sosok-sosok teknokratis berpengalaman seperti Mahfud MD gitu ya," imbuhnya.
Baca Juga: 4 Film Action Indonesia Dibintangi Aktor Kelas Dunia Iko Uwais!
Yang terakhir juga tak kalah penting adalah latar belakang organisasi sosial keagamaan. Nyarwi menyebut, jika dikaitkan dengan PDIP, sosok yang memiliki latar belakang ini cukup penting dipertimbangkan.
"Nah di sini kemudian membutuhkan sosok atau figur yang tidak hanya punya kekuatan teknokrat saja, tapi kadang kala punya pengaruh background sosial keagamaan seperti NU dan Muhammadiyah," papar Nyarwi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim