Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta semua pihak menghentikan istilah cebong kadrun yang terjadi sejak pemilu 2019. Hal itu untuk menjaga Pemilu 2024 tetap kondusif. Listyo mengatakan, ditingkat elit partai narasi cebong kadrun bisa dihentikan dengan saling rangkul.
Namun di tingkat masyarakat, rangkulan elite partai tersebut tidak membuat diksi cebong kadrun menghilang. “Di medsos ada cebong ada kampret ada kadrun, terus sekarang apa lagi? Jadi itu terus terjadi di grassroot. Mungkin di elite itu hari ini berantem besok salaman, rangkul-rangkulan, tapi di bawah tidak," Ucap Sigit.
Menurutnya, awal sebelum Pemilu 2019, Indonesia menjadi negara dengan polarisasi paling rendah di Asia Tenggara. Tetapi, setelah Pemilu 2019 polarisasi masih saja terasa. Hal tersebut kata dia membuat nilai-nilai positif di masyarakat mulai luntur. Padahal masyarakat Indonesia terkenal ramah, persaudaraan nya tinggi, menghormati keberagaman serta menjaga persatuan dan kesatuan.
“Kita juga akan menghadapi tahun politik, ini yang selalu saya ingatkan bagaimana situasi dan stabilitas Kamtibmas pasti akan terganggu," kata Sigit. Sebelumnya Badan Pengawas Pemilihan Umum (Baswaslu) tengah menyusun alat kerja pengawasan kampanye Pemilu 2024.Penyusunan alat kerja pengawasan kampanye guna mempermudah pengawas melakukan tindakan dan mencegah pelanggaran.
"Selain dapat mencegah, dengan alat kerja tersebut pengawas pemilu juga akan dengan tepat melakukan penindakan. Karena diberi rujukan norma atau pasal apa saja yang dilanggar," kata Anggota Bawaslu Puadi.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Kevin Diks Amankan Tempat di Tim Utama, Pelatih Gladbach Yakin dengan Bek Timnas Indonesia
-
Bakal Numpang Sekolah, Pemkot Jaksel Siapkan Bus dan Mikrotrans Bagi Siswa Dua SD Kebayoran Lama
-
BBKSDA Sumut: Konservasi Batang Toru Butuh Kolaborasi Semua Pihak
-
Sedang Jalani Pemeriksaan Kesehatan di AS, SBY Tak Hadiri Sidang Tahunan MPR dan HUT ke-81 RI
-
4 Padu Padan Outfit Stripe ala Jisoo BLACKPINK, Buat yang Suka Gaya Preppy!
-
20 Ide Hadiah Lomba 17 Agustus Untuk Ibu-ibu Alat Rumah Tangga Murah
-
Konflik Mees Hilgers vs FC Twente Meruncing, UEFA Diminta Turun Tangan
-
Penerbitan Akta Kelahiran Kini Didigitalisasi, Pemerintah Hadirkan Layanan Publik Terintegrasi
-
5 Zodiak Paling Sabar, Dikenal Selalu Tenang dan Pandai Mengendalikan Emosi
-
Ekspor Jateng Tembus 7 Miliar Dolar, Sarif Abdillah: Jangan Cuma Jual Bahan Baku!