Pengamat kebijakan publik Gigin Praginanto menyoroti pernyataan politisi PDI Perjuangan (PDIP) Adian Napitupulu yang memprediksi Pilpres 2024 mendatang, hanya akan diikuti 2 kandidat.
Adapun dua kandidat itu ialah Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo. Sementara Anies Baswedan, menurutnya, tidak akan naik ring pertandingan Pilpres 2024.
Hal tersebut ditanggapi Gigin Praginanto melalui akun Twitter pribadi miliknya. Dalam cuitannya, Gigin Praginanto mengatakan bahwa pernyataan Adian itu mempertegas kalau Anies Baswedan memang sulit dibendung menuju Pilpres 2024.
Ia pun menyebut bahwa jangan berharap Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) bersikap jujur dan adil.
"Orang ini menegaskan bahwa Anies terlalu sulit dibendung. Maka jangan berharap Pemilu akan jujur dan adil," ungkap Gigin Praginanto dikutip Suara Liberte dari akun Twitter pribadi miliknya @giginpraginanto, Senin (26/6).
Lebih lanjut, Gigin Praginanto juga mengatakan bahwa Bawaslu sudah secara gamblang bersikap 'berpihak'.
"Apalagi Bawaslu sudah terang-terangan berpihak," tandasnya.
Sementara itu, dilansir dari Disway, Adian Napitupulu menyindir bahwa ada suara calon presiden (capres) yang tergerus habis.
"Akan ada suara capres yang tergerus habis," kata Adrian kepada sejumlah jurnalis.
Baca Juga: 4 Tips Menjawab Pertanyaan Ceritakan Tentang Diri Anda saat Wawancara
Ketika ditanya apakah orang yang dimaksudkan adalah Anies, Adrian membenarkannya. Menurutnya, suara Anies sudah tergerus sejak awal. Dan suara mantan Gubernur DKI itu pindah ke Prabowo Subianto sebagian, dan sebagian lagi ke Ganjar Pranowo.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Safari Politik DPR untuk Revisi UU Pemilu Bergulir, Putusan MK dan Ambang Batas Disorot
-
Masyarakat Diajak Pilih Logo Resmi HUT ke-81 Kemerdekaan RI
-
Bukan Hanya Disiksa, Korban YTR Diduga Dipaksa Bertato 'Yuvita Love Taufik' dan Wajah Pelaku
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Sederhana dan Gemar Bercanda, Ini Sosok Mantan Wali Kota Serang Syafrudin di Mata Budi Rustandi
-
Kutukan di Balik Dapur SPPG: Ketika Rakyat Miskin Nyaman Jadi Buruh Murah
-
Siap-siap! KPK akan Lelang Barang Mewah Eks Wamenaker Noel, Ada Ducati Hingga Mobil BAIC
-
DPR Usul Motor Listrik Korupsi BGN Dihibahkan ke Guru Honorer: Biar Jadi Gesture Positif
-
Dorong Kolaborasi Hijau, Pegadaian Dukung Program 2.000 Pohon di Kaltim
-
Temuan SPPG Fiktif MBG di Hutan hingga Pemakaman, DPR Minta Usut Tuntas