Pengamat Politik, Jhon Sitorus menyoroti kritikan pedas akan manuver cawe-cawe presiden saat ini yang diberikan oleh Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Hal ini menjadi perhatian publik karena terjadi tak lama setelah salah satu tokoh bangsa itu memberikan sebuah sinyal yang menyebutkan ia bermimpi satu gerbong kereta bersama Megawati Soekarnoputri dan Joko Widodo (Jokowi). Namun tiba-tiba sekarang malah berakhir dengan kritikan untuk orang nomor satu dalam pemerintahan itu.
Jhon menilai hal ini terjadi karena kode-kodean lewat mimpi tak mendapatkan sambutan hangat dari Jokowi. Ini membuat berang diri dari SBY.
"Tak dianggap itu menyakitkan memang, apalagi di koalisi sendiri (Perlubahan) juga hanya dianggap sekadar ban serap," ucapnya dalam akun twitter pribadinya, dikutip Selasa (27/6/2023).
SBY menurutnya sedang dipenuhi oleh rasa kekhawatiran akan nasib dari Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Pilpres 2024.
Elite politikus tersebut masih belum mendapatkan kepastian akan tempatnya dalam pesta demokrasi, sinyal mimpi sebelumnya menjadi cara ia berusaha mendapatkan kepastian tersebut namun sayangnya sulit terwujud.
"Kekhawatiran ini kemudian sedang diusahakan untuk sodor sana, sodor sini. Maka, pertemuan dengan Puan pun diusahakan terwujud. Apalagi status sebagai ketum partai yang pernah berkuasa 10 tahun ini sungguh meninggikan ego," jelasnya.
Sebelumnya SBY mempublikasikan buku dengan judul "Pilpres 2024 & Cawe-cawe Presiden Jokowi, The President Can Do No Wrong" untuk jajaran dari Partai Demokrat.
"Beliau menulis artikel bagi jajaran kepemimpinan dan kader Partai Demokrat di seluruh tanah air agar mereka memahami dan dapat menambah wawasan dan pengetahuan akan dinamika politik nasional saat ini," kata staf pribadi SBY, Ossy Dermawan.
Berita Terkait
-
Kemiripan Gaya Blusukan Ganjar Pranowo dengan Jokowi Jelang Pilpres yang Tuai Kontroversi
-
SBY Minta Jokowi Tak Tersangkakan Anies Meski Tidak Suka, Chusnul Chotimah: Itulah Kenapa Saya Ga Mau Dukung Anies Atau Prabowo
-
Dibalut Isu Dinasti Politik Jokowi, SBY Bersuara Soal Wacana Majunya Kaesang di Depok
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
Tegas! Menteri LH Minta Pembuang Sampah Sembarangan Dihukum Tipiring
-
Operasi Serentak! Ikan Sapu-Sapu Diburu di Sungai-Sungai Jakarta
-
Desain Komponen Terdaftar di Indonesia, Inikah Calon Motor Listrik Honda Pengganti EM1?
-
Kisah Ikal dalam Edensor: Dari Lorong Sorbonne hingga ke Padang Sahara
-
Ekonomi Indonesia Diapresiasi IMF dan Investor Global, Analis: Momentum Perkuat Kedaulatan
-
UHC Pemda Palangka Raya Komitmen Bantu Terapi Tumbuh Kembang Anak: Terjamin JKN
-
Helikopter Jatuh di Sekadau: Kronologi PK-CFX, Dari Hilang Kontak hingga Evakuasi
-
Donald Trump Gandeng Raksasa Otomotif General Motors dan Ford untuk Produksi Senjata Militer
-
Kemenperin: Industri Jamin Stok Plastik Aman
-
Promo Ulang Tahun XLSMART Beri Diskon Paket Data XL, AXIS, hingga Smartfren