/
Selasa, 27 Juni 2023 | 22:10 WIB
PDIP Sayangkan Monolog Butet, Andi Sinulingga: Lihat Hasilnya, Justru Butet Sendiri yang Terhina (Suara.com/Bagus Santosa)

"(Menyayangkan) Kalau sudah seperti itu, ya sebetulnya disampaikan di acara partai kita itu seperti itu tidak bagus lah. Tidak bagus. Kurang elok lah, kurang elok," ujar Djarot di Political Show, Senin (26/6).

Menurut Djarot, Butet sebagai seniman dan budayawan tentu memiliki dasar, sehingga dapat menyampaikan isi hati ketika memiliki unek-unek.

"Tapi kalau seumpama itu akan disampaikan pada panggung yang lain akan lebih bagus. Kenapa? Karena kita dalam peringatan puncak Bulan Bung Karno itu kan temanya kepalkan tangan persatuan. Jadi kita harus menyatukan berbagai macam komponen-komponen bangsa ini untuk bisa bersatu, untuk arahnya bagaimana mewujudkan tujuan bernegara kita," jelas Djarot.

Monolog Butet pada puncak perayaan Bulan Bung Karno menyinggung sejumlah. Ia bicara banjir, sekaligus menyindir pihak yang menyebut banjir sebagai 'air yang markir'. Butet lantas menyebut tokoh yang menyatakan demikian sebagai orang yang pandir.

Kemudian, Butet menyampaikan pantun dan menyinggung perihal sosok yang sedang dipantau oleh KPK, tapi mengaku tengah dijegal.

Selain itu, monolog Butet juga membahas calon presiden pilihan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Menurutnya, capres pilihan Jokowi adalah sosok berambut putih dan pekerja keras.

Selanjutnya, Butet berujar Indonesia akan bersedih jika presiden terpilih adalah tukang culik.

Load More