Pengamat pendidikan Islam M. Najih Arromadloni mengatakan bahwa pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun Panji Gumilang pernah menyebarkan ajarannya di Sukabumi. Namun Panji kemudian diusir oleh masyarakat.
Panji, kata Najih, merupakan salah satu orang yang memiliki pertalian hubungan dengan Negara Islam Indonesia (NII). Ia didapuk menjadi Komandan Wilayah 9 di tahun 1960-an.
Setelahnya, tutur Najih, Panji dipengaruhi oleh ajaran Islam Isa Bugis dan Lembaga Kerasulan yang dipimpin oleh Karim Hasan. Artinya, Panji sudah mengalami sinkretisme.
“Panji Gumilang ini sudah sinkretik (dari dua ajaran yang ada),” ujarnya, dikutip Liberte Suara, Senin (10/7/2023), dari YouTube tvOneNews.
Ia melanjutkan, Panji kemudian menyebarkan ajaran Isa Bugis tersebut di wilayah Cisaat, Sukabumi pada dekade 1970-an. Tak lama Panji pun ditolak dan diusir oleh masyarakat tersebut.
“Kemudian dia memindahkan wilayah propagandanya ini ke Subang,” tambahnya.
Dari Subang, Panji meluaskan propagandanya ke Indramayu. Najih menilai, terjadi perubahan strategi dari NII awal ketika Panji menyebarkan ajarannya di kabupaten pesisir utara Provinsi Jawa Barat tersebut.
“Di Indramayu itulah dia melakukan restrukturisasi tadi. Mulai mengubah strateginya dari yang tadinya (pendiri NII) Kartosoewirjo menggunakan militer, dia menggunakan pendekatan lain, gerakan civil society,” tutur Najih.
Wakil Sekretaris Badan Penanggulangan Ekstremisme dan Terorisme (BPET) Majelis Ulama Indonesia (MUI) meyakini, Yayasan Pesantren Indonesia (YPI) hingga Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) Rahmatan Lil Alamin merupakan lembaga yang membawahi Ponpes Al Zaytun sejak awal berdirinya.
Baca Juga: Sosok Ini Tunjukkan Persamaan Proyek JIS dan Sumur Resapan Anies: Sayang Kadrun Itu Ga Mau Jujur
Itu karena, hingga saat ini, Panji tidak pernah menyataka bahwa ia keluar dari NII. Panji juga tidak pernah ditangkap atas dasar dugaan afiliasinya dengan NII.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Bagaimana Cara Menonton Film Pesta Babi? Ini Syarat dan Prosedurnya
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Enzo Maresca Kandidat Kuat Pengganti Pep Guardiola di Manchester City
-
Polresta Solo dan BI Musnahkan Ribuan Lembar Uang Palsu, Nilainya Bikin Geleng-geleng!
-
BBRI Sedang Diskon! Begini Kata Analis Soal Potensi Sahamnya
-
Tas Tangan Warna Apa yang Membawa Keberuntungan? Ini Tips Buat Cewek-Cewek
-
5 Sepatu Lari Asics Terbaik untuk Easy Run, Tempo hingga Maraton
-
Pemilik Mobil Toyota Terancam Boros Bensin Jika Masih Abaikan Delapan Hal Sepele Ini
-
Nintendo Segera Rilis Pictonico, Game Mobile 'Absurd' yang Butuh Foto Selfie
-
Badan Ekspor Mirip Orde Baru? Ekonom CELIOS Wanti-Wanti Risiko Monopoli dan Rente Negara
-
4 Shio yang Diprediksi akan Keluar dari Masa Sulit Pada 20 Mei 2026
-
Dipecat dan Ditahan! Begini Tampang AKP Deky 'Beking' Bandar Narkoba Pakai Baju Tahanan Nomor 38