- Survei Indikator Politik Indonesia (15-21 Januari 2026) menunjukkan mayoritas publik setuju pameran uang hasil korupsi Kejaksaan Agung.
- Sebanyak 70,7 persen publik yang mengetahui kebijakan Kejaksaan Agung tersebut meyakini sebagai wujud komitmen transparansi.
- Survei melibatkan 1220 responden, namun 24,3 persen publik menilai pameran uang sitaan tersebut hanya sebagai pencitraan saja.
Suara.com - Mayoritas publik disebut setuju terhadap langkah Kejaksaan Agung yang menunjukkan tumpukan uang hasil penindakan kejahatan korupsi. Mereka anggap langkah tersebut bagian dari transparansi.
Adalah survei nasional yang dilakukan Indikator Politik Indonesia mengenai sikap publik tentang kebijakan Kejaksaan Agung yang memamerkam uang hasil penindakan korupsi.
Melalui survei nasional yang dilakukan pada 15-21 Januari 2026, hasilnya sebanyak 50,2 persen publik yang tahu tentang kebijakan Kejaksaan Agung, sedangkam sisanya yang tidak tahu sebanyak 49,8 persen.
Adapun mayoritas publik setuju dengan rincian 8,1 persen sangat setuju dan 62,6 persen setuju.
Sisanya 12,4 persen kurang setuju; 5,3 tidak setuju sama sekali; dan 11,6 persen tidak tahu/tidak menjawab.
Selain setuju, mayoriyas publik juga berkeyakinan langkah Kejaksaan Agung memamerkan uang sitaan hasil penindakam kasus korupsi merupakan bagian dari komitmen dan transpransi dari Kejaksaan Agung.
"61,8 persen mengatakan itu komitmen dari Kejaksaan untuk transparansi pemberantasan korupsi," kata Founder dan Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi, Minggu (8/2/2026).
Meski begitu, sebanyak 24,3 persen menganggap langkah Kejaksaan Agung tersebut hanya pencitraan karena kerugian negara akibat kejahatan lebih besar hingga ratusan triliun. Sisanya 13,9 persen tidak tahu/tidak menjawab.
Diketahui, populasi survei ini adalah seluruh warga negara Indonesia di Survei Nasional yang punya hak pilih dalam pemilihan umum, yakni mereka yang sudah berumur 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan.
Baca Juga: Tembus 79,9 persen, Kenapa Kepuasan Kinerja Prabowo Lebih Tinggi dari Presiden Sebelumnya?
Penarikan sampel menggunakan metode multistage random sampling. Dalam survei ini jumlah sampel sebanyak 1220 orang.
Dengan asumsi metode simple random sampling. ukuran sampel 1.220 responden memiliki toleransi kesalahan (margin of error-MoE) ±2.9% pada tingkat kepercayaan 95 persen. Sampel berasal dari seluruh provinsi di Indonesia yang terdistribusi secara proporsional.
Responden terpilih diwawancarai lewat tatap muka oleh pewawancara yang telah dilatih.
Berita Terkait
-
Tembus 79,9 persen, Kenapa Kepuasan Kinerja Prabowo Lebih Tinggi dari Presiden Sebelumnya?
-
Survei Indikator: Kepuasan Publik terhadap Prabowo Ditopang Pemilih Gen Z
-
Siap-siap! Kejagung Bidik Mantan Bos BUMN Akal-akalan Usai Warning Keras Prabowo
-
Usut Manipulasi Pajak, Kejagung Tunggu Hasil Audit Penghitungan Kerugian Negara dari BPKP
-
Terkuak! Alasan Kejagung Pertahankan Cekal Saksi Kasus Korupsi Pajak Walau KUHP Baru Berbeda
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
- Bedak Apa yang Bikin Muka Glowing? Ini 7 Rekomendasi Andalannya
Pilihan
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Terkini
-
Geger Pria di Tambora Terekam CCTV Panggul Karung Diduga Isi Mayat, Warga Tak Sadar
-
Menkomdigi Meutya Minta Pers Jaga Akurasi di Tengah Disinformasi dan Tantangan AI
-
Megawati Terima Doktor Kehormatan di Riyadh, Soroti Peran Perempuan dalam Kepemimpinan Negara
-
Survei Indikator: Kepuasan Publik atas MBG Tinggi, Kinerja BGN Jadi Penentu Keberlanjutan
-
Dewan Pers di HPN 2026: Disrupsi Digital Jadi Momentum Media Bebenah
-
Benang Merah Dua Ledakan di Sekolah: Ketika Perundungan, Internet, dan Keheningan Bertemu
-
Tembus 79,9 persen, Kenapa Kepuasan Kinerja Prabowo Lebih Tinggi dari Presiden Sebelumnya?
-
Saat Pemutakhiran Data Bantuan Berujung Pencabutan Status BPJS PBI, Begini Situasi yang Terjadi
-
Peringati World Interfaith Harmony Week 2026, Ketua DPD RI Fasilitasi Dialog Tokoh Lintas Agama
-
Dianiaya karena Tolak Tambang Ilegal, Nenek Saudah Kini dalam Lindungan LPSK: Siapa Pelakunya?