Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Umar Hasibuan menyoroti elektabilitas bakal calon presiden (bacapres) Ganjar Pranowo yang tertinggi di segmen pemilih yang menggunakan media sosial (medsos) TikTok, berdasarkan survei terbaru LSI Denny JA.
Hal tersebut di tanggapi Umar Hasibuan melalui akun Twitter pribadi miliknya. Dalam cuitannya, Umar Hasibuan menyinggung soal pernyataan dari politisi senior Trimedya Panjaitan terang-terangan menyebut kader banteng yang kini menjabat gubernur Jawa Tengah itu tidak pantas meramaikan kontestasi pilpres lantaran kerjaannya hanya main di medsos.
"Wajar karena kata trimedya panjaitan prestasi ganjar jago di medsos," ungkap Umar Hasibuan dikutip Suara Liberte dari akun Twitter pribadi miliknya @Umar_Hasibuan__, Selasa (11/7).
Sementara itu, dilansir dari CNN, dalam hasil survei LSI Denny JA, publik yang menggunakan TikTok, lebih tinggi memilih Ganjar sebagai capres.
"Publik yang menggunakan TikTok, capres pilihan tertingginya adalah Ganjar. Ganjar dipilih sebesar 35,4 persen, Prabowo dipilih sebesar 31,6 persen. Anies dipilih sebesar 25,4 persen," bunyi keterangan hasil survei LSI Denny JA.
Selain medsos TikTok, Ganjar juga unggul atas Prabowo dan Anies di segmen publik yang menggunakan Instagram dan WhatsApp. Pada segmen publik yang menggunakan Instagram, Ganjar unggul sebesar 38,3 persen. Kemudian Prabowo dipilih sebesar 32,2 persen dan Anies dipilih sebesar 23 persen.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan