Elite PDI Perjuangan (PDIP) Budiman Sudjatmiko harus berurusan dengan konsekuensi manuvernya yang tiba-tiba menemui sosok dari Prabowo Subianto. Namun bukannya takut, ia justru terlihat siap bahkan sudah menyiapkan matang-matang dirinya guna menghadapi hal itu.
Hal ini terlihat dari sejumlah cuitannya dalam media sosial menyusul kabar dirinya akan segera dipanggil untuk menghadap petinggi dari PDIP. Namun tak sedikitpun ia memperlihatkan penyesalan, hal ini katanya guna mempersatukan elite dari Indonesia.
Netizen yang melihat ini memuji sikap dari Budiman. Apalagi yang ditemuinya tersebut adalah sosok yang pernah menjadi musuhnya dalam memperjuangkan demokrasi. Meski begitu, politikus ini mengakui bahwa memang butuh nyali guna menyalami sosok dari Prabowo.
Budiman mengatakan hal itu sangat sulit dilakukan karena ia tak hanya melawan sosok yang pernah menjadi oposisinya itu, namun ia harus melawan egonya sendiri dalam hati.
"Berani menerjang itu butuh keberanian, kamu hatus mengalahkan orang lain. Berani bersalaman itu butuh lebih banyak keberanian karena kamu harus mengalahkan diri sendiri," jelasnya seperti yang dilansir pada Kamis (20/7).
Sebelumnya, Budiman juga memuji sosok dari Prabowo. Ia menilai bahwa menteri pertahanan tersebut bisa menjadi representasi dari kaum nasionalis dalam pesta demokrasi pada tahun 2024.
"Kali ini saya memang bertemu beliau karena saya merasa bahwa bangsa ini butuh persatuan kaum nasionalis, butuh saling mendukung, butuh kebersamaan. Karena Indonesia 2024 ke sana adalah Indonesia yang harus dijaga bareng," kata Budiman.
Menurut Budiman, ia yang telah berdiskusi selama dua jam dengan sosok itu dapat menyimpulkan agar seluruh kaum nasionalis bisa bersatu. Kesungguhannya melihat hal itu terjadi bahkan ia nyatakan dengan mewakafkan diri menjadi sosok yang berupaya mencairkan hubungan antara kelompok nasionalis yang selama ini berbeda pandangan.
"Rugi Indonesia kalau kaum nasionalis tidak saling mendukung. Saya mewakafkan diri untuk mencairkan, agar kaum nasionalis bisa meneruskan apa yang dilakukan oleh Pak Jokowi dengan segala konsekuensinya," kata Budiman.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Kepulangan Jenazah Praka Farizal dari Lebanon ke Kulon Progo Diestimasikan Tiba Jumat Lusa
-
Update Tarif Listrik per kWh April 2026, Apakah Ada Kenaikan Harga?
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
Terkini
-
Bukan Oki Rengga, Boris Bokir Jadi Member Agak Laen dengan Bayaran Termahal
-
Menemukan Intisari Kedamaian di Balik Lembaran Healing the Emptiness
-
Menahan Tangis, Gennaro Gattuso Minta Maaf Italia Gagal ke Piala Dunia 2026
-
Perkuat Gelar Pahlawan, Peneliti Temukan Sederet Bukti Pelanggaran Hukum terhadap Sultan HB II
-
Bukti Timnas Indonesia Sudah Naik Level di Bawah Arahan John Herdman di Bongkar Calvin Verdonk
-
Perlindungan Maksimal Saat Olahraga: 5 Rekomendasi Sunscreen Tahan Keringat
-
Keajaiban Swedia ke Piala Dunia 2026, Dari Tanpa Kemenangan hingga Lolos Dramatis
-
Di Tengah Kontroversi Piala Afrika, Pelatih Maroko Tegaskan Fokus ke Piala Dunia 2026
-
Jadwal Super League 2025/2026 Usai FIFA Series, Persija dan Persib Tanding di Waktu yang Sama
-
Penantian 40 Tahun, Irak Akhirnya Lolos ke Piala Dunia 2026