/
Kamis, 20 Juli 2023 | 01:30 WIB
Prabowo Subianto ; Budiman Sudjatmiko (Suara.com/Alfian Winanto)

Elite PDI Perjuangan (PDIP) Budiman Sudjatmiko harus berurusan dengan konsekuensi manuvernya yang tiba-tiba menemui sosok dari Prabowo Subianto. Namun bukannya takut, ia justru terlihat siap bahkan sudah menyiapkan matang-matang dirinya guna menghadapi hal itu.

Hal ini terlihat dari sejumlah cuitannya dalam media sosial menyusul kabar dirinya akan segera dipanggil untuk menghadap petinggi dari PDIP. Namun tak sedikitpun ia memperlihatkan penyesalan, hal ini katanya guna mempersatukan elite dari Indonesia.

Netizen yang melihat ini memuji sikap dari Budiman. Apalagi yang ditemuinya tersebut adalah sosok yang pernah menjadi musuhnya dalam memperjuangkan demokrasi. Meski begitu, politikus ini mengakui bahwa memang butuh nyali guna menyalami sosok dari Prabowo.

Budiman mengatakan hal itu sangat sulit dilakukan karena ia tak hanya melawan sosok yang pernah menjadi oposisinya itu, namun ia harus melawan egonya sendiri dalam hati.

"Berani menerjang itu butuh keberanian, kamu hatus mengalahkan orang lain. Berani bersalaman itu butuh lebih banyak keberanian karena kamu harus mengalahkan diri sendiri," jelasnya seperti yang dilansir pada Kamis (20/7).

Sebelumnya, Budiman juga memuji sosok dari Prabowo. Ia menilai bahwa menteri pertahanan tersebut bisa menjadi representasi dari kaum nasionalis dalam pesta demokrasi pada tahun 2024.

"Kali ini saya memang bertemu beliau karena saya merasa bahwa bangsa ini butuh persatuan kaum nasionalis, butuh saling mendukung, butuh kebersamaan. Karena Indonesia 2024 ke sana adalah Indonesia yang harus dijaga bareng," kata Budiman.

Menurut Budiman, ia yang telah berdiskusi selama dua jam dengan sosok itu dapat menyimpulkan agar seluruh kaum nasionalis bisa bersatu. Kesungguhannya melihat hal itu terjadi bahkan ia nyatakan dengan mewakafkan diri menjadi sosok yang berupaya mencairkan hubungan antara kelompok nasionalis yang selama ini berbeda pandangan.

"Rugi Indonesia kalau kaum nasionalis tidak saling mendukung. Saya mewakafkan diri untuk mencairkan, agar kaum nasionalis bisa meneruskan apa yang dilakukan oleh Pak Jokowi dengan segala konsekuensinya," kata Budiman.

Baca Juga: Sindir Pendukung Prabowo? Relawan Ganjar: Sekarang Gibran Jadi Jurkam Ganjar, Bukan Sekedar Temani Makan

Load More