Politikus senior PDI Perjuangan (PDIP) Budiman Sudjatmiko mengaku sempat bertemu dengan teman-teman aktivis 98 sebelum bertemu dengan Prabowo Subianto.
Salah satu aktivis yang ditemui yaitu Nezar Patria yang kini menjabat sebagai Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika (Wamenkominfo).
“Sebelum saya bertemu (Prabowo) saya ngobrol-ngobrol dengan dia (Nezar Patria) salah satunya,” ujar Budiman, dikutip Suara Liberte dari kanal YouTube Mind TV Indonesia pada Jumat (21/7/2023).
Budiman mengaku diceritakan suasana ketika Nezar disekap dan ditutup matanya. Nezar mengaku mendengar orang yang menyekapnya memuji aktivis-aktivis kala itu.
“Aku tertarik pada obrolan mereka yang kudengar. Apa itu? ini anak-anak ini hebat ini. Bagus konsepnya ini tapi kok salah arah nih mereka. Nakal-nakal,” ujar Budiman menceritakan.
Selain itu, Budiman juga menilai usai peristiwa penculikan, tampaknya terjadi dialog di internal yang berakhir pengakuan bahwa tujuan aktivis-aktivis di tahun 1998 adalah baik.
“Ketika terjadi proses itu, proses penculikan itu yang saya nggak alami sih temen-temen saya sebenarnya terjadi banyak proses dialog yang kemudian mereka internalisasi dan mereka anggap bahwa tujuan-tujuan kita baik,” ujar Budiman.
Seperti diketahui, Prabowo selama bertahun-tahun kerap dikaitkan dengan tragedi penculikan aktivis 1998 yang memprotes kekuasaan Soeharto. Sementara itu, pada saat itu Prabowo merupakan Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus.
Menanggapi hal tersebut, Prabowo menilai hal semacam itu biasa dalam politik karena selalu ada pihak yang berusaha menurunkan popularitas pihak lawannya.
Baca Juga: Gara-gara Deker Merk Adidas, Cristiano Ronaldo Terancam Didenda Nike
"Ini saya kira, dalam kehidupan politik di mana-mana biasa. Apalagi demokrasi liberal, lawan, harus kita turunkan popularitasnya supaya tidak bisa muncul," ujar Prabowo di kanal YouTube Mata Najwa pada Jumat (30/6/2023).
Namun, Prabowo menganggap isu pelanggaran HAM yang dialamatkan kepadanya merupakan risikonya sebagai mantan prajurit.
"Saya anggap ini risiko sebagai prajurit, saya telah melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya sesuai sumpah saya. Saya pertaruhkan nyawa saya berkali-kali untuk republik, untuk rakyat," ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang
-
Meski Angkat Koper, Arda Guler Selamatkan Wajah Timnas Turki di Piala Dunia 2026
-
Cerita Fajar Nugra Ubah Penampilan demi Film Pemikat Jiwa
-
Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang
-
Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA
-
Prediksi Skor Yordania vs Argentina: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Industri Film Indonesia Masuki Era Baru dengan Dukungan Blockchain dan AI
-
Gedebage Jazz Festival Naik Kelas, Evolusi Menuju Panggung Dunia
-
Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah
-
BMKG Imbau Warga Pesisir NTB Waspadai Potensi Banjir Rob