/
Minggu, 23 Juli 2023 | 17:35 WIB
Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). (ANTARA/HO-Biro Pers Setpres)

Presiden Joko Widodo mewanti-wanti Kejaksaan Agung (Kejagung) agar tidak ada lagi jaksa yang menyalahgunakan kewenangannya untuk tujuan di luar penegakan hukum. Peringatan Jokowi itu disampaikan saat berpidato dalam peringatan  Hari Bhakti Adhyaksa ke-63 di Jakarta, kemarin.

“Jangan ada lagi aparat Kejaksaan, meskipun saya tahu ini oknum, yang mempermainkan hukum, yang menitip rekanan proyek, yang menitip barang impor, dan berbagai tindakan tidak terpuji lainnya,”tegas Jokowi.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menekankan kewenangan Kejaksaan sangat besar yaitu penyidikan, penuntutan, hingga perampasan dan pengembalian aset. Menurunya kewenangan besar itu harus dilakukan secara benar, professional, dan bertanggung jawab.

Jokowi memuji Kejaksaan yang berhasil meningkatkan level kepercayaan publik. Dilihat dari hasil survey kata dia, Kejaksaan mendapatkan tingkat kepercayaan publik sebesar 75,3% pada Agustus 2022. Sementara pada Juli 2023, tingkat kepercayaan itu meningkat menjadi 81,2%.

“ Ini sangat tinggi, ini angka tertinggi dalam kurun sembilan tahun terakhir,”tegas Jokowi. Namun Jokowi meminta Kejaksaan untuk hati-hati dan tidak cepat puas. Sebab, bukan hal mudah untuk mempertahankan dan meningkatkan kepercayaan masyarakat.

“Namun, hati-hati. Namun, hati-hati. Mempertahankan, meningkatkan kepercayaan masyarakat itu tidak gampang, jangan cepat berpuas diri,”pungkasnya.

Load More