/
Senin, 24 Juli 2023 | 14:15 WIB
Potret keluarga miskin. (ANTARA)

Ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance atau INDEF Profesor Bustanul Arifin mengatakan Indonesia belum dapat menyelesaikan masalah ketimpangan sosial.

Alasannya, Prof Bustanul menilai empat faktor penyebab masalah tersebut sulit dipecahkan sehingga masih bertahan di tengah-tengah masyarakat di Indonesia.

“Pertama karakter pertumbuhan ekonomi yang bad quality, kualitasnya rendah, mengapa?" kata Prof Bustanul dalam seminar daring “Kesenjangan Kaya-Miskin Semakin Melebar" Evaluasi Kebijakan dan Pekerjaan Rumah Bagi Capres, dikutip Liberte Suara, Senin (24/7/2023).

"Dominasi sektor non tradable, itu terutama jasa yang tidak dapat dijangkau, oleh lapisan bawah tadi itu, terlalu dominan dibandingkan dengan pertanian manufaktur itu di Indonesia,” ungkapnya.

Diungkapkannya, pemerataan kepemilikan aset atau distribusi lahan yang buruk menjadi persoalan selanjutnya.

“Tadi disampaikan, lahan petani sempit, naik jadi 54 persen (penyempitan hingga 54 persen) itu serius itu sangat serius,” papar Prof Bustanul.

Terkait subsidi, Prof Bustanul menilai kebijakan pemerintah terkait subsidi belum tepat sehingga dampaknya sedikit dirasakan oleh masyarakat. 

Sejumlah determinan ini, sambungnya, menjadi tantangan bagi pemerintah untuk menyelesaikannya dan mencarikan solusinya.

“Kemudian kebijakan pemerintah yang tidak efektif misalnya subsidi pangan, subsidi pendidikan subsidi pupuk banyak lagi determinan ini yang sudah ditunjukkan dengan beberapa angka,” pungkas ekonom senior INDEF itu.

Baca Juga: Dituding Akan Usir Anak Nikita Mirzani, Ibu Angkat Lolly Beri Jawaban Menohok

Load More