/
Jum'at, 28 Juli 2023 | 14:26 WIB
Ilustrasi Pertambangan Emas (Ist)

Peneliti Muhammad Ma'ruf menilai ekonomi nasional masih belum sehat lantaran pemerintah masih fokus pada sektor pertambangan yang hanya menyerap sepersen tenaga kerja (naker).

Karena itu, Ma'ruf mengusulkan, pemerintah setelah Presiden Joko Widodo mengubah arah fokus atau membuat fokus baru pada empat sektor lain demi mengurangi kesenjangan.

“Kita refocusing empat sektor aja, pertanian, perdagangan, manufaktur, makan dan minum (mamin),” kata Kepala Riset CNBC Indonesia Ma'ruf dalam diskusi daring, dikutip Liberte Suara, Jumat (28/7/2023).

Empat sektor tersebut, tutur Ma'ruf, mampu menyerap 70 persen tenaga kerja. Ia menekankan, dengan begitu, pemerintah berikutnya dapat memaksimalkan potensi ini.

“Apalagi yang mau dibantah? Kenapa kita masih fokus ke pertambangan yang cuman menyerap satu persen tenaga kerja? itu kan enggak logis,” ujarnya.

Meski begitu, periset di CNBC Indonesia itu tidak membantah pendapatan yang diterima negara dari sektor pertambangan sangat besar. Apalagi melalui program hilirisasi.

“Jangan ditinggalkan. Karena 4 sektor ini periuk dari 70 persen tenaga kerja Indonesia, 94 juta penduduk, satu yang bekerja itu kan menghidupi keluarga. Katakanlah satu keluarga isinya dua ini kan ini harus ada fokusin kita harus fokus,” pungkasnya.

Load More