Wakil Ketua Umum Partai Garuda, Teddy Gusnaidi buka-bukaan memberikan kritikan menohok terkait dengan janji kampanye yang sering dilontarkan oleh elite politik di Indonesia.
Ia buka-bukaan mengatakan bahwa pihakya tak ingin melihat hal tersebut hanya menjadi bualan semata dan berakhir mengecewakan masyarakat. Ini menyusul banyaknya janji yang tak pernah ditunaikan baik oleh calon presiden hingga calon kepala daerah ketika mereka menjadi pemenang dari pesta demokrasi.
Oleh karena itu, ia akan mendorong terkait dengan UU Janji Kampanye atau UU tentang Program Kerja. Hal ini akan dilaksanakannya jika partainya bisa lolos ke Senayan. Dengan hal ini, dirinya yakin tak ada lagi janji kampanye yang hanya berupa kebohongan.
"UU ini mengatur agar supaya semua program yang dijanjikan, khususnya yang menyentuh langsung dengan masyarakat wajib dilaksanakan," ucapnya seperti yang dilansir dari akun media sosial pribadinya pada Senin (31/7).
Teddy mengatakan, tak akan ada lagi masa dimana seorang pemimpin baik presiden hingga kepala daerah tak menjalankan janji kampanyenya jika aturan tersebut dilaksanakan. Pasalnya ada sanski yang akan menghampiri jika hal itu terjadi.
Meski begitu, ada beberapa pengecualian terkait aturan tak dijalankannya kampanye ini. Misalnya menurut politikus ini adalah pembiayaan program tidak di setujui dalam APBD/APBN.
UU ini menurutnya akan menjadi kekuatan tersendiri yang dimiliki oleh masyarakat, khususnya ketika mereka ingin menagih janji dari jagoan mereka.
"Masyarakat memilih seseorang karena berharap apa yang calon janjikan bisa dilaksanakan, tapi sangat disayangkan, ketika terpilih, janji dari program-program yang menyentuh langsung ke masyarakat, tidak dilaksanakan. Maka dari itu perlu ada UU ini," tegasnya.
Tag
Berita Terkait
-
Dukung Budi Arie Awasi Penyebaran Informasi, Partai Garuda: Ini Salah Satu Tugas dari Jokowi
-
Dilema Jokowi Cs Dalam Kontroversi Perbaikan JIS: Direnovasi Salah, Tak Direvitalisasi Juga Nanti Bermasalah
-
Nonton Tanpa Dipaksa, Anies Baswedan Hadiri Formula E Cuma Hal Biasa: Kok Ujungnya Nyalahin Pemerintah?
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Standar Pendidikan Terus Naik, Standar Etika Politik Jalan di Tempat
-
UEFA Ancam Boikot FIFA, 55 Negara Eropa Siap Mundur dari Semua Turnamen
-
Ulasan Film Sajen Satu Suro: Teror Gaib Sesajen Pembawa Bencana dan Petaka!
-
Saham Teknologi Pimpin Rebound Wall Street, IHSG Bersiap Uji Resisten Kuat 6.300
-
Lawan Tim yang Diperkuat Polisi Berusia 50 Tahun, Bayern Munich Menang Telak 15-0
-
Tutup Rapat-rapat Taktik Timnas Indonesia vs Timor Leste, John Herdman Ingin Fans Penasaran
-
Donald Trump Ultimatum Iran: Gencatan Senjata atau Kami Hantam Lebih Keras
-
Antrean iPhone Tidak Bisa Menjadi Ukuran Kesejahteraan Indonesia
-
3 Poin Harga Mati! Jordi Amat: Timnas Indonesia Wajib Libas Timor Leste
-
Isu Gaji Manajer KDMP Capai Rp16 Juta Sebulan, dari Mana Sumbernya?